Sidoarjo, I-Todays.com – Suasana pagi di Lapas Kelas IIA Sidoarjo atau yang dikenal sebagai Lapas Delta tampak lebih sibuk dari biasanya. Sejumlah petugas berseragam terlihat menyambut kedatangan tim dari Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Mabes Polri serta Polda Jawa Timur (Jatim) yang datang untuk melakukan kegiatan penting terkait pengawasan dan pengecekan senjata api. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya nasional memperkuat sistem pengawasan senjata non organik TNI/Polri di lingkungan instansi pemerintah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (31/10/2025) dengan tujuan utama memastikan seluruh senjata api yang digunakan di lingkungan lembaga pemasyarakatan berada dalam kondisi aman, teradministrasi dengan baik, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Hal ini juga menjadi bentuk sinergi antara Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dengan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan lembaga pemasyarakatan.
Tim pengawas yang dipimpin oleh Yuli Hartanto dari Unit 5 Subdit IV Ditintelkam Polda Jatim bersama lima anggota lainnya tiba di Lapas Delta Sidoarjo sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka disambut langsung oleh Kasi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) Lapas Kelas IIA Sidoarjo, Thoha Yahya Umar Shidiq, beserta jajaran staf keamanan, Kasubsi Pelaporan, serta Kasubsi Kamtib.
Selama kegiatan berlangsung, tim melakukan pengecekan menyeluruh terhadap senjata api yang digunakan oleh petugas Lapas. Pemeriksaan mencakup kelengkapan dokumen, kondisi fisik senjata, serta kesesuaian data administrasi dengan inventaris aktual yang tercatat di instansi tersebut. Semua proses dijalankan dengan teliti dan profesional, mengedepankan aspek keamanan serta transparansi administrasi.
Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan yang dilakukan oleh Mabes Polri dan Polda Jatim. Ia menilai langkah tersebut sangat penting dalam memastikan setiap alat pengamanan di Lapas digunakan sesuai ketentuan dan berada dalam pengawasan yang ketat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan pengawasan dan pendampingan ini. Langkah ini sangat penting untuk memastikan seluruh senjata api yang digunakan dalam pelaksanaan tugas pengamanan berada dalam pengawasan yang ketat, tercatat secara akurat, dan digunakan sesuai peraturan,” ujar Disri.
Lebih lanjut, Disri menegaskan bahwa sinergi antara Lapas dengan aparat kepolisian menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan tertib. Ia juga berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkala agar sistem keamanan di Lapas semakin kuat dan terukur.
“Kolaborasi seperti ini bukan hanya meningkatkan akuntabilitas, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem pengamanan yang ada. Kami siap mendukung penuh seluruh langkah pengawasan yang bertujuan menjaga keamanan lembaga pemasyarakatan,” imbuhnya.
Kegiatan Cek Was (Pengecekan dan Pengawasan) ini merupakan tindak lanjut dari Surat Perintah Mabes Polri tentang pelaksanaan inventarisasi senjata api non organik di seluruh wilayah Jawa Timur. Tujuannya tidak hanya memastikan kepatuhan administrasi, tetapi juga mencegah potensi penyalahgunaan senjata di lingkungan non-TNI/Polri.
Perwakilan dari Baintelkam Mabes Polri dalam kesempatan itu menegaskan, program pengawasan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga keamanan nasional melalui sistem kontrol senjata yang transparan dan terintegrasi. Dengan pelaksanaan kegiatan di Lapas Delta Sidoarjo ini, diharapkan tercipta standar pengawasan yang konsisten dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.
(rif)












