Sidoarjo – Suasana sore di kawasan Jalan Raya Tropodo, Kecamatan Waru, Sidoarjo, mendadak heboh, Kamis (06/11/2025). Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia setelah tercebur di Sungai Gogoh, tepat di sebelah Ruko Sentra Tropodo. Kejadian ini sontak membuat warga sekitar berbondong-bondong mendatangi lokasi.
Peristiwa memilukan itu bermula ketika pria yang belum diketahui identitas lengkapnya tersebut berjalan kaki di sekitar kawasan Tropodo. Menurut warga, korban dikenal sebagai penghuni Tropodo Indah. Saat itu, ia baru saja menarik uang di mesin ATM dan hendak pulang dengan berjalan kaki melintasi jembatan di atas Sungai Gogoh.
“Korban tadi habis dari ATM, terus jalan kaki ke arah selatan. Jalannya agak sempoyongan, kata orang-orang dia memang sedang sakit,” ujar Subahar, salah satu pedagang di sekitar lokasi yang menjadi saksi mata kejadian tersebut.
Menurut keterangan warga, karena kondisi jalan yang padat, korban sempat naik ke pembatas jembatan untuk melanjutkan langkahnya. Namun, tak disangka, tubuhnya tiba-tiba oleng dan terjatuh ke arah sungai. “Tiba-tiba saja dia jatuh. Waktu itu nggak banyak yang lihat karena kendaraan juga macet,” tambah Subahar.
Warga semula tidak menyadari adanya orang yang tercebur ke sungai. Hingga akhirnya seorang penjual buah yang berada tak jauh dari lokasi melihat tubuh korban yang sempat tenggelam di air. Ia langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Melihat kejadian itu, sejumlah warga segera berupaya mengevakuasi korban. Namun prosesnya tidak berlangsung cepat karena situasi lalu lintas padat dan sebagian warga kebingungan harus menghubungi siapa. “Pas saya datang itu, korban sudah diangkat ke pinggir jembatan, tapi belum ada yang nelpon ambulance karena takut urusan biaya,” jelas Subahar.
Korban sempat menunjukkan tanda-tanda masih hidup setelah dievakuasi dari dalam sungai. Beberapa warga berusaha memberikan pertolongan pertama sambil menunggu petugas medis datang. Namun sayangnya, sebelum ambulanve tiba, korban menghembuskan napas terakhirnya.
“Saya sempat telepon beberapa rumah sakit, tapi katanya belum bisa kirim ambulance. Akhirnya ambulance dari Puskesmas Waru yang datang. Waktu tiba di lokasi, korban sudah meninggal dunia,” tutur Subahar dengan nada prihatin.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Waru AKP Adik Agus Putrawan membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, dari hasil pemeriksaan sementara, korban diduga mengalami sakit stroke sehingga kehilangan keseimbangan saat melintas di jembatan. “Informasi yang kami terima, korban habis dari ATM, kemudian berjalan kaki dan tiba-tiba terjatuh ke sungai. Dugaan sementara, korban mengalami gangguan keseimbangan akibat sakit,” ungkapnya.
Pihak kepolisian telah mengevakuasi jenazah korban ke Puskesmas Waru untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Kami masih melakukan identifikasi untuk memastikan identitas korban,” pungkas AKP Adik Agus Putrawan. (rif)












