Sidoarjo – Suasana pagi di kawasan Jalan Raya Arteri Porong, Desa Kesambi, Kecamatan Porong, Sidoarjo, mendadak gempar setelah warga menemukan sesosok mayat pria di tepi parit, Jumat (07/11/2025). Penemuan ini sontak mengundang perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas di lokasi kejadian. Belakangan diketahui, korban bernama M Muchdor Amin, warga Jalan Pemuda RT 12/RW 04, Kelurahan Juwet Kenongo, Kecamatan Porong.
Korban yang berusia 56 tahun itu ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa dengan posisi tergeletak di pinggir parit. Saat ditemukan, tubuhnya masih mengenakan pakaian lengkap berupa celana levis biru dan kaos abu-abu. Tak jauh dari jasadnya, petugas juga menemukan topi berwarna hitam, serta dompet berisi sejumlah identitas seperti KTP, SIM A dan C, kartu ATM BCA, kartu KIS, dan uang tunai.
Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Markama yang tengah berolahraga pagi sekitar pukul 05.00. Ketika melintasi jalan Arteri Porong arah Surabaya, ia melihat sesosok tubuh manusia dalam posisi telentang di tepi parit. Karena penasaran, ia kemudian mendekat dan memastikan bahwa tubuh tersebut sudah tidak bernyawa.
Panik melihat hal itu, Markama segera memanggil suaminya, Doni Sunaryo, dan melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT setempat, Agus Sunaryo. Laporan itu kemudian diteruskan ke pihak Polsek Porong untuk segera ditindaklanjuti. Tak berselang lama, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan tindakan awal.
Tim Inafis Polresta Sidoarjo bersama Unit Reskrim Polsek Porong tiba di tempat kejadian untuk melakukan olah TKP. Petugas memasang garis polisi dan mengamankan sejumlah barang bukti. Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui korban mengalami luka lecet pada tangan kanan dan mengeluarkan darah dari telinga sebelah kiri.
“Jasad korban kemudian kami evakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Porong Sidoarjo untuk dilakukan otopsi guna memastikan penyebab kematiannya,” ujar Kapolsek Porong, AKP Anak Agung Gede Putra Wisnawa, saat dikonfirmasi.
Menurut AKP Agung, pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari tim medis untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya korban. Berdasarkan keterangan keluarga, sebelum ditemukan meninggal, korban sempat berpamitan keluar rumah pada Kamis (06/11/2025) sore dengan menaiki ojek online (ojol) menuju daerah Candi.
“Namun hingga malam hari korban tak kunjung pulang. Keluarga sempat mencoba menghubungi ponselnya, tapi tidak aktif. Baru pagi tadi kami menerima laporan bahwa korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya kepada I-Todays.
Kapolsek menegaskan, hingga kini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. “Benar, kami masih melakukan pendalaman terkait penyebab kematian korban. Semua kemungkinan masih kami analisa,” pungkas AKP Anak Agung Gede Putra Wisnawa. (rif)












