Sidoarjo – Ratusan warga Dusun Bringin Wetan, Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, dibuat resah akibat terputusnya saluran pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Putusnya pipa tersebut diduga kuat akibat tersangkut alat berat backhoe dalam proyek pembangunan jembatan dan betonisasi Jalan Bringinbendo yang dikerjakan oleh CV Berkah Hela Abadi.
Saluran pipa PDAM di wilayah Dusun Bringin Wetan diketahui terputus sejak Kamis (25/12/2025). Hingga Senin (29/12/2025), belum terlihat adanya upaya perbaikan maupun penyambungan kembali, sehingga aliran air bersih ke rumah-rumah warga terhenti total.
Pantauan awak media I-Todays dilokasi peninggian jembatan, tidak ada pekerja sama sekali dan hanya tampak alat berat diatas jembatan serta pipa PDAM yang terputus.
Dwiki, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa air PDAM di rumahnya sudah tidak mengalir selama lima hari terakhir. Kondisi tersebut memaksanya kembali menggunakan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari.
“Saluran PDAM di rumah saya sudah tidak mengalir sejak lima hari lalu. Terpaksa kembali menggunakan air sumur,” ungkap Dwiki kepada awak media I-Todays, Senin (29/12/2025).
Keluhan serupa juga disampaikan Tutik, warga RT 01 RW 05 Dusun Bringin Wetan. Ia mengatakan, sejak adanya proyek pembangunan tersebut, suplai air PDAM kerap bermasalah, bahkan sebelum pipa benar-benar terputus.
“Sejak ada proyek ini, air PDAM sering bermasalah, kadang debitnya kecil. Sekarang malah tidak mengalir sama sekali. Terpaksa saya pakai air sumur untuk mandi dan mencuci. Untuk minum harus beli, karena air sumur di sini kalau direbus muncul kotoran putih-putih,” keluh Tutik.
Samsul, warga lainnya, juga mengaku kesal dengan kondisi tersebut. Menurutnya, air PDAM tidak mengalir sejak Kamis malam akibat pipa yang terkena alat berat saat pengerjaan proyek jembatan.
“Air tidak mengalir sejak Kamis malam. Mau tidak mau saya harus menggunakan air sumur lagi,” ujar Samsul dengan nada kecewa.
Ia menambahkan, dampak terberat dirasakan oleh warga yang tidak memiliki sumur, termasuk para penghuni kos di sekitar lokasi proyek. Mereka terpaksa membeli air untuk mandi dan kebutuhan harian lainnya.
“Air itu kebutuhan pokok yang harus ada setiap hari. Yang kasihan tetangga yang tidak punya sumur, termasuk warga kos,” lanjutnya.
Samsul berharap pihak kontraktor pelaksana lebih memperhatikan keselamatan utilitas warga, khususnya saluran PDAM. Ia menyebut, kejadian pipa PDAM tersangkut alat berat ini bukan kali pertama terjadi.
“Ini sudah yang ketiga kalinya pipa PDAM kena alat berat. Dua kejadian sebelumnya air masih mengalir dan langsung diperbaiki. Tapi yang sekarang ini paling lama penanganannya,” tegasnya.
Saat awak media mencoba mengonfirmasi pihak kontraktor pelaksana CV Berkah Hela Abadi di lokasi betonisasi, Wahyu selaku perwakilan kontraktor tidak berada di tempat. Salah satu pekerja proyek menyampaikan bahwa yang bersangkutan sedang tidak berada di lokasi.
“Tadi ada di sini, Pak. Sekarang saya juga tidak tahu ke mana,” ujar pekerja tersebut singkat.
Diketahui, proyek senilai Rp 10 miliar ini merupakan program Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dengan spesifikasi pekerjaan rigid pavement lebar 4 meter dan ketebalan 20 sentimeter, saluran U-Ditch 40/60-120 di kanan kiri jalan, crossing box culvert 100/100/120, serta peninggian jembatan menggunakan sistem Double Up Bottom (DUB).
Proyek ini dijadwalkan selesai dalam 160 hari kalender atau pada 18 Desember 2025 sesuai kontrak kerja harus selesai. Namun hingga kini, pekerjaan betonisasi dan peninggian jembatan masih belum tuntas, sementara gangguan berulang terhadap saluran PDAM dinilai semakin merugikan ratusan warga Dusun Bringin Wetan. (rif)












