Sidoarjo – Pemerintah Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, terus mendukung Program Ketahanan Pangan yang dicanangkan pemerintah pusat. Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni mendirikan unit usaha baru berupa peternakan ayam petelur di bawah naungan BUMDes Maju Jaya Makmur, yang mulai beroperasi Kamis (25/12/2025).
Program ketahanan pangan sendiri merupakan upaya strategis pemerintah untuk menjamin ketersediaan pangan nasional yang cukup, bermutu, dan terjangkau. Program ini menitikberatkan pada penguatan produksi domestik melalui sektor pertanian dan peternakan, dengan dukungan sarana prasarana, teknologi, permodalan, serta alokasi minimal 20 persen Dana Desa untuk ketahanan pangan di tingkat lokal.
Kepala Unit Peternakan Ayam Petelur BUMDes Maju Jaya Makmur, Mas’ad, mengatakan bahwa pada tahap awal pihaknya mendatangkan 504 ekor ayam petelur yang ditempatkan di 252 kandang, dengan masing-masing kandang berisi dua ekor ayam. Ayam-ayam tersebut didatangkan dari Kediri dengan usia 11 minggu.
“Untuk awal ini kami mendatangkan ayam usia 11 minggu, jadi masih dalam tahap adaptasi,” ujar Mas’ad saat ditemui di lokasi, Senin (29/12/2025).

Mas’ad menjelaskan, perawatan ayam dilakukan secara intensif untuk meminimalisir stres. Setiap pagi dilakukan pembersihan kandang, pemberian air minum yang telah dicampur vitamin anti stres, serta pengaturan sirkulasi udara.
“Kandang kita buat model panggung dan dilengkapi kipas angin untuk mengurangi hawa panas yang bisa menyebabkan ayam sakit. Di unit ini juga kita pekerjakan satu orang tenaga khusus untuk perawatan,” terangnya.
Lebih lanjut, Mas’ad menargetkan ayam-ayam tersebut mulai bertelur dalam kurun waktu 1,5 bulan sejak pertama masuk kandang. Namun, pada masa awal produksi, jumlah telur yang dihasilkan diperkirakan masih terbatas.
“Awal produksi kemungkinan baru sekitar 10 hingga 20 persen yang bertelur karena ayam masih muda dan baru pertama kali produksi,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil telur dari peternakan ini nantinya akan dijual kepada warga Desa Bringinbendo dengan harga di bawah pasaran. Sebelumnya, pengelola juga melakukan studi banding ke Desa Pekarungan, Kecamatan Sukodono, yang telah lebih dulu sukses mengelola peternakan ayam petelur dengan kapasitas serupa.
“Di sana saat ini sudah bisa menghasilkan sekitar 23 sampai 24 kilogram telur per hari,” pungkas Mas’ad.
Sementara itu, Kepala Desa Bringinbendo, H. Sholeh Dwi Cahyono, mengatakan bahwa BUMDes Maju Jaya Makmur sebelumnya telah memiliki tiga unit usaha, yakni unit parkiran, pujasera, dan TPS3R. Penambahan unit peternakan ayam petelur merupakan hasil kesepakatan bersama dalam musyawarah desa.
“Karena ada kebijakan dari pemerintah pusat terkait alokasi 20 persen Dana Desa untuk ketahanan pangan, maka setelah musdes dengan BPD dan elemen masyarakat, kita sepakat menambah unit usaha peternakan ayam petelur,” ungkapnya.
H. Sholeh berharap, unit usaha baru ini dapat meningkatkan nilai dan kontribusi BUMDes bagi desa. Ia menambahkan, sejak berdiri pada tahun 2021, BUMDes Maju Jaya Makmur telah menunjukkan perkembangan positif dan pada tahun 2024 mampu menyumbang Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar Rp25 juta.
“Mudah-mudahan dengan adanya unit peternakan ayam petelur ini, BUMDes semakin berkembang dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Desa Bringinbendo,” pungkasnya. (rif)












