Example floating
Example floating
OlahragaHeadline

Atlet Catur surabaya Binaan Buleks, Banyak Berjaya di Piala Walikota dan Cap Kapal Fide Rated Championship 2026

3
×

Atlet Catur surabaya Binaan Buleks, Banyak Berjaya di Piala Walikota dan Cap Kapal Fide Rated Championship 2026

Share this article
WhatsApp Image 2026 06 29 at 17.56.04

SURABAYA , i-todays.com – Cap Kapal Checkmate FIDE Rated Championship 2026 resmi ditutup dengan hasil membanggakan bagi tuan rumah. Seorang pecatur asli binaan Kota Surabaya berhasil merebut gelar juara pada kategori utama Rapid FIDE Rated dalam kejuaraan yang berlangsung di Ballroom Choice City BGJ Mall, Surabaya, pada 27–28 Juni 2026. Turnamen berstandar Federasi Catur Internasional (FIDE) tersebut diikuti sebanyak 480 pecatur dari tiga negara, yakni Indonesia, Uzbekistan, dan Australia.

Ketua King Knight Creative, Hesnud Daulah, M.Psikolog., mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi yang diraih pecatur Surabaya tersebut. Menurutnya, sang juara merupakan atlet hasil pembinaan mantan Ketua Percasi Surabaya, Budi Leksono.

“Alhamdulillah, juara Rapid Internasional FIDE Rated ini diraih oleh arek Suroboyo, ya binaan dari Abah Budi Leksono pada waktu dia jadi atlet ya sampai sekarang ini,” ujar Hesnud.

Hesnud menambahkan, antusiasme peserta beserta para pendamping selama penyelenggaraan turnamen berlangsung sangat tinggi. Bahkan, banyak orang tua atlet berharap kejuaraan serupa dapat digelar lebih sering di Surabaya.

WhatsApp Image 2026 06 29 at 17.56.05

“Dari segi waktu juga kita on time. Kemudian dari segi turnamen, ini adalah turnamen yang luar biasa yang kita daftarkan ke FIDE,” tambahnya.

Kejuaraan ini mempertandingkan dua nomor, yakni kategori Rapid FIDE Rated dengan format waktu 15 menit ditambah 10 detik setiap langkah yang diikuti 234 peserta. Sementara itu, kategori Blitz Open menggunakan format catur kilat tiga menit dengan tambahan dua detik setiap langkah dan diikuti 241 peserta. Secara keseluruhan, turnamen menghadirkan 480 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia serta pecatur mancanegara dari Uzbekistan dan Australia.

Ketua Bidang Pertandingan dan Perwasitan PB Percasi, Stefani Dian Chery, FI, IA, hadir langsung memimpin teknis pertandingan. Ia mengaku tidak terkejut apabila gelar juara diraih pecatur asal Jawa Timur. Menurutnya, Jawa Timur merupakan salah satu daerah dengan pembinaan pecatur junior terbaik di Indonesia.

“Kalau saya pribadi ya, Jatim itu menurut saya pemain juniornya termasuk yang top three lah se-Indonesia. Kejurnas dua tahun yang lalu, Jatim juara umum. Kalau yang tahun lalu kebetulan DKI, tapi keduanya kalau enggak salah pun Jatim. Jadi masih selalu top three lah Jawa Timur,” jelas Stefani.

Ia juga menilai penyelenggaraan turnamen berstatus FIDE Rated di daerah sangat penting karena memberikan kesempatan bagi pecatur Indonesia memperoleh poin rating internasional tanpa harus mengikuti turnamen di luar negeri.

“Memang dengan adanya FIDE Rated ini, kan event internasional. Jadi peserta lebih diberi kemudahan untuk mendapatkan rating internasional dengan adanya FIDE Rated di Surabaya. Jadi enggak perlu jauh-jauh catur di luar negeri, di Surabaya pun ada,” tuturnya.

Mantan Ketua Percasi Surabaya yang juga anggota DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, menyambut gembira keberhasilan anak didiknya meraih gelar juara. Ia menyebut atlet tersebut merupakan bagian dari regenerasi yang telah lama dibina hingga kini mampu bersaing di level internasional.

“Itu sebenarnya atlet-atlet kita dulu. Kemarin juga membantu kita, Supri itu ya, di official-nya mana, Porprov gitu loh. Dan sekarang mengikuti ini ya, alhamdulillah Surabaya tetap bisa memegang kendali,” ungkap Budi.

WhatsApp Image 2026 06 29 at 17.56.05 1

Pria yang akrab disapa Buleks itu menilai konsistensi penyelenggaraan turnamen menjadi faktor utama dalam mencetak atlet berprestasi. Menurutnya, banyak orang tua peserta dari luar daerah berharap kejuaraan seperti ini terus dilaksanakan secara rutin.

“Komentarnya dari beberapa tadi ya, orang tua, bahkan yang dari Bandung tadi ya, itu menyampaikan, ‘Pak, sukses, Pak. Ini kapan sering-sering kayak gini ini?'” ucap Buleks menirukan.

Karena itu, ia berharap semakin banyak dukungan dari kalangan swasta maupun para dermawan untuk ikut mengembangkan olahraga catur di Indonesia. Ia meyakini investasi pada olahraga catur merupakan investasi untuk membangun generasi muda yang cerdas dan berprestasi.

“Catur ini mencerdaskan, membuat otak kita ini bergerak terus untuk bisa menjadi orang, anak-anak yang hebat,” tegasnya.

Selain itu, Budi juga menyoroti tantangan pembinaan atlet, khususnya dalam menjaring pecatur putri sejak usia dini. Menurutnya, edukasi dan pengenalan olahraga catur harus terus dilakukan agar semakin banyak anak, terutama perempuan, yang tertarik menekuni cabang olahraga tersebut.

“Kami setidaknya memberikan edukasi terkait olahraga catur, untuk akhirnya bisa mencintai. Karena kemarin dari hasil terakhir itu, putri sangat sedikit, sedangkan putranya full. Kalau kita melihatnya, pembibitan mulai dari kategori SD lah jadinya itu,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Nice Try :)