Sidoarjo, I-Todays.com – Menjelang datangnya puncak musim hujan, jajaran Polresta Sidoarjo bersama Kodim 0816, pemerintah daerah, dan berbagai instansi terkait menggelar Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di halaman Mako Polresta Sidoarjo, Rabu (05/11/2025) pagi. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kesiapan lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana alam akibat perubahan cuaca ekstrem.
Apel dipimpin langsung oleh Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, didampingi Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Czi Shobirin Setio Utomo. Dalam pelaksanaannya, ratusan peserta dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, BPBD, Dishub, SAR, Damkar, serta relawan dan organisasi masyarakat turut ambil bagian dalam apel siaga tersebut.
Dalam sambutannya, Kapolresta Sidoarjo menyampaikan bahwa apel kesiapan ini merupakan langkah konkret untuk memastikan seluruh personel dan peralatan tanggap darurat berada dalam kondisi optimal. “Apel ini kami gelar untuk melakukan pengecekan dan pengontrolan terhadap kesiapan sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana yang dimiliki,” ujar Kombes Pol Christian Tobing.
Menurutnya, langkah antisipatif perlu dilakukan sejak dini mengingat curah hujan tinggi yang berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung di sejumlah wilayah. Sinergi dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
“Kami menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor. Bila terjadi bencana, seluruh instansi harus bergerak cepat dengan koordinasi dan komunikasi yang efektif sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP),” tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolresta juga mengingatkan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Peran aktif masyarakat dalam memberikan laporan dini dan mendukung proses evakuasi sangat dibutuhkan.
Berdasarkan data dari BMKG, sekitar 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan dengan puncak intensitas diperkirakan terjadi pada November 2025 hingga Januari 2026. Kondisi ini semakin diperparah dengan potensi pengaruh fenomena La Nina yang dapat meningkatkan curah hujan hingga awal tahun depan.
Christian menambahkan, Polresta Sidoarjo bersama pemerintah daerah telah melakukan pemetaan wilayah rawan bencana untuk meminimalisir dampak yang mungkin terjadi. “Kami sudah memetakan daerah-daerah rawan. Pengalaman dari tahun sebelumnya menjadi pelajaran berharga agar tahun ini kita lebih siap dan sigap,” tuturnya.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa penguatan kesiapan juga dilakukan hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Relawan siaga bencana terus dilatih dan dilibatkan dalam simulasi penanganan bencana agar mampu memberikan respon cepat di lapangan.
Usai apel, Kapolresta bersama Dandim 0816 dan perwakilan Forkopimda melakukan pengecekan langsung terhadap 530 personel gabungan beserta sarana dan prasarana siaga bencana. Pemeriksaan meliputi kendaraan taktis, perahu karet, peralatan evakuasi, alat komunikasi darurat, serta logistik pendukung lainnya.
Kombes Pol Christian Tobing memastikan seluruh perlengkapan dalam kondisi siap digunakan dan dapat segera digerakkan jika terjadi keadaan darurat. “Kami ingin memastikan bahwa semua peralatan siap operasional kapan pun dibutuhkan,” katanya.
Menutup kegiatan, Kapolresta Sidoarjo menekankan pentingnya kolaborasi dan kesiapan mental seluruh personel dalam menghadapi situasi bencana. “Kita harus selalu siap dan sigap. Dengan kolaborasi, komunikasi, dan persamaan langkah, saya yakin kita bisa memberikan quick response terbaik saat bencana terjadi,” pungkasnya.
(rif)












