Sidoarjo – Ruas Jalan Trosobo resmi dibuka kembali , Jumat (26/12/2025) usai proyek pelebaran crossing jembatan yang sebelumnya hanya selebar 2 meter dan kini diperlebar menjadi 6 meter selesai dikerjakan. Namun, pembukaan akses jalan tersebut justru menuai sorotan, lantaran kondisi hasil pekerjaan dinilai belum optimal meski proyek sempat mengalami keterlambatan dari jadwal kontrak yang seharusnya rampung pada 28 November 2025.
Pantauan awak media pada Sabtu (27/12/2025) di lokasi proyek, kondisi aspal yang baru saja dikerjakan terlihat sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik. Aspal tampak terkelupas dan hancur, sehingga kendaraan yang melintas harus memperlambat laju. Kondisi ini dinilai membahayakan, khususnya bagi pengendara roda dua yang berpotensi tergelincir dan terjatuh.
Tampak aspal yang rusak parah meski masih berumur satu hari usai jalur dibuka Jumat (26/12/2025)Agung, mandor pelaksana proyek, saat dikonfirmasi di lokasi mengaku kebingungan atas kondisi tersebut. Ia menyebut pembukaan jalan dilakukan saat aspal belum sepenuhnya kering. “Saya juga bingung pak, aspal posisi masih belum kering langsung saya buka,” ujar Agung singkat.
Meski demikian, Agung berjanji pihak pelaksana akan segera melakukan perbaikan terhadap kerusakan jalan yang terjadi. Ia memastikan perbaikan akan dilakukan setelah pergantian tahun. “Nanti setelah tahun baru akan kami perbaiki, biar lancar dulu kendaraannya” janjinya.
Sementara itu, Kepala Regu 2 Pos PAM 2 Nataru TAC Trosobo, Ipda Andri Tri Sasongko, SH, mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang rusak telah menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Saat dikonfirmasi pada Sabtu (27/12/2025) saat piket malam, ia menyebut sudah ada korban akibat kondisi jalan tersebut. “Hari ini sudah tiga pengendara motor terjatuh,” ungkap Ipda Andri.
Saat ini, anggota Pos PAM Nataru melakukan pengaturan lalu lintas serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di jembatan Trosobo. Mengingat pengaspalan yang tidak sempurna menyebabkan jalan mengalami ambles dan terkelupas di beberapa titik. “Piket lantas melaksanakan pengamanan di lokasi Raya Trosobo proyek perbaikan jembatan. Beberapa titik jalan mengalami ambles atau berlubang cukup dalam dan lebar, ditambah penerangan jalan yang padam sehingga rawan laka lantas,” tegas Ipda Andri.
Ipda Andri berharap kontraktor pelaksana proyek segera melakukan perbaikan agar tidak menimbulkan korban lebih banyak, terlebih arus lalu lintas diprediksi meningkat menjelang perayaan Tahun Baru. Ia juga mengimbau pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua, agar mengurangi kecepatan saat melintas di lokasi tersebut. “Untuk pengendara, utamanya roda dua, harap berhati-hati dan mengurangi kecepatan, terutama saat malam hari,” pungkasnya. (rif)












