Sidoarjo – Cuaca terik tak menghalangi langkah Bupati Sidoarjo Subandi untuk turun langsung ke lapangan, Minggu (14/12/2025), ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah proyek infrastruktur di Desa Bringinbendo dan Jalan Raya Trosobo sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai target dan kualitas.
Dalam sidak tersebut, Subandi menegaskan perlunya pengetatan pengawasan sekaligus perbaikan sistem pelaksanaan proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo. Ia menilai pengawasan intensif menjadi kunci agar keterlambatan pekerjaan tidak terus berulang, terutama menjelang berakhirnya masa kontrak.
Subandi mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar sembilan titik proyek infrastruktur yang tengah dikerjakan di Sidoarjo. Namun, dari jumlah tersebut, baru satu proyek di wilayah Gedangan yang telah rampung sesuai target, sementara proyek di titik lainnya masih dalam tahap penyelesaian.
“Kalau kita inikan hampir 9 titik. Yang baru maksimal itu di Gedangan selesai, yang lainnya masih belum,” ujar Subandi.
Menyikapi kondisi tersebut, Subandi meminta seluruh pihak terkait untuk memaksimalkan sisa waktu kontrak yang tinggal sekitar satu pekan. Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif kontraktor, konsultan, pengawas, hingga dinas teknis agar progres pekerjaan dapat dikejar secara optimal.
“Kita minta konsultan, pengawas, PUBM, asisten turun ke lapangan terus. Ini betul-betul harus dimaksimalkan,” tegasnya.
Selain soal progres, Subandi juga menyoroti potensi denda yang harus ditanggung kontraktor apabila proyek tidak selesai tepat waktu. Menurutnya, skema denda sebesar satu per seribu dari nilai proyek per hari bisa menjadi beban berat jika tidak diantisipasi dengan manajemen pekerjaan yang baik.
“Kalau nilai total proyek 10 miliar, dendanya bisa 10 juta per hari. Kalau tidak dimaksimalkan betul, kasihan kontraktornya,” ucapnya.
Lebih jauh, Subandi menilai pola penjadwalan proyek infrastruktur juga perlu dievaluasi, khususnya untuk pekerjaan pembangunan jembatan. Ia menilai pekerjaan tersebut sebaiknya tidak dilakukan saat musim hujan karena berdampak pada efektivitas dan efisiensi di lapangan.
“Kegiatan jembatan itu sebaiknya diawali setelah musim hujan selesai, supaya efisiensi di lapangan bisa,” jelas Subandi, seraya menekankan pentingnya perencanaan teknis yang matang sejak awal.
Sebagai langkah jangka panjang, Subandi memastikan Pemkab Sidoarjo akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem seleksi kontraktor pada tahun 2026. Persyaratan akan diperketat dan diperinci, dengan mencontoh daerah lain yang dinilai sukses dalam ketepatan waktu dan kualitas pekerjaan.
“Tahun depan akan kita detailkan kembali persyaratan kontraktor seperti di Surabaya. Di sana tepat waktu dan bagus, masa kita kalah,” tandasnya. (rif)












