Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Politik Pemerintahan

Diduga Dapat Intimidasi, Ketua Panitia Pilkades Sidokepung Buduran Mundur dari Jabatan

×

Diduga Dapat Intimidasi, Ketua Panitia Pilkades Sidokepung Buduran Mundur dari Jabatan

Share this article
Screenshot 20260102 175602 WPS Office
Example 468x60

Sidoarjo- Baru dua hari terpilih sebagai Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sidokepung, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Tri Budiono secara mengejutkan mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri tersebut memicu berbagai pertanyaan di tengah masyarakat, mengingat proses Pilkades tahun 2026 baru saja memasuki tahap awal.

Surat pengunduran diri Tri Budiono telah diterima oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sidokepung. Dalam surat itu, Tri Budiono menyampaikan alasan pengunduran dirinya karena kesibukan pekerjaan yang menyita banyak waktu dan tidak dapat ditinggalkan, sehingga dikhawatirkan tidak mampu menjalankan tugas secara maksimal.

Example 300x600

Surat pengunduran diri yang ditandatangani pada Kamis (01/01/2026) tersebut juga memuat kekhawatiran Tri Budiono apabila dirinya tetap menjabat sebagai ketua panitia justru dapat mengganggu jalannya tahapan Pilkades Sidokepung tahun 2026.

Namun demikian, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon aplikasi WhatsApp, Tri Budiono mengungkapkan alasan lain yang lebih serius di balik keputusannya mundur dari jabatan ketua panitia Pilkades tersebut.

Ia menyebut, pengunduran dirinya bukan semata-mata karena faktor pekerjaan, melainkan adanya dugaan intimidasi serta teror telepon yang dialami oleh dirinya dan keluarga setelah dirinya terpilih sebagai ketua panitia Pilkades Sidokepung.

“Setelah proses pemilihan panitia selesai dan saya terpilih menjadi ketua, ada seseorang yang tidak saya kenal tiba-tiba datang dan mengintimidasi saya. Sepertinya dia tidak berkenan saya menjadi ketua panitia. Yang saya tahu orangnya masih muda dan memakai kaos hitam,” ungkap Tri Budiono kepada awak media I-Todays, Jumat (02/01/2026).

Tak hanya itu, teror juga dialami oleh keluarganya. “Selain itu, ada teror telepon ke istri saya terkait hal yang sama. Istri saya tidak mengenal orang tersebut dan juga tidak mengenal nomor teleponnya,” tambahnya.

Tri Budiono mengatakan, keputusan mundur diambil atas permintaan sang istri demi menjaga ketenangan keluarga. “Istri saya takut, hampir tiap hari menangis. Jadi saya memilih mengundurkan diri agar keluarga bisa tenang,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua BPD Sidokepung, Sihar, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp membenarkan adanya pengunduran diri Tri Budiono. Ia menyampaikan alasan yang tertuang dalam surat pengunduran diri tersebut.

“Saudara Tri Budiono mengundurkan diri dengan alasan benturan jadwal pekerjaan dan beliau menyampaikan tidak bisa menjalankan tugas sebagai ketua panitia Pilkades secara maksimal,” ujar Sihar singkat. Saat dikonfirmasi lebih lanjut terkait dugaan intimidasi dan teror yang disampaikan Tri Budiono, pesan WhatsApp dari awak media terlihat telah dibaca namun tidak mendapat balasan.

Sebagai informasi, Badan Permusyawaratan Desa Sidokepung pada Selasa (30/12/2025) lalu telah membentuk susunan kepanitiaan Pilkades tahun 2026. Melalui mekanisme voting, Tri Budiono meraih suara terbanyak, disusul oleh H. Umar, sehingga keduanya ditetapkan sebagai ketua dan wakil ketua panitia Pilkades Sidokepung tahun 2026. (rif)

Example 300250
Example 120x600
error: Nice Try :)