Sidoarjo – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo. Insiden yang berlangsung di Jalan Raya Desa Bakungtemenggungan pada Kamis (30/10/2025) malam sekitar pukul 20.10 WIB itu mengakibatkan dua orang pengendara sepeda motor mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Peristiwa tersebut melibatkan dua kendaraan roda dua, yakni sepeda motor Honda PCX bernomor polisi S-6322-VF yang dikendarai oleh Angga Fredyansyah (24), warga Perum Mojo Baru, Canggu, Mojokerto, dan Honda Megapro W-3562-NDL yang dikendarai Ponidi (60), warga Dusun Ciro Wetan, Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo. Benturan keras antara keduanya membuat suasana di jalur padat tersebut sontak menjadi heboh dan mengundang perhatian warga sekitar.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, kecelakaan bermula ketika sepeda motor Honda Megapro yang dikendarai Ponidi melaju dari arah Mojokerto menuju Surabaya. Saat tiba di dekat Masjid Mujahidin, korban diduga hendak menyeberang ke arah selatan. Namun pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda PCX yang dikendarai Angga dari arah Surabaya menuju Mojokerto, sehingga tabrakan tidak dapat dihindarkan.
“Benturan cukup keras terjadi karena jarak antara dua kendaraan sudah terlalu dekat. Akibatnya, kedua pengendara terlempar dan mengalami luka-luka,” terang Aiptu Sugeng Supriyanto, Kanit Lantas Polsek Balongbendo, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Akibat insiden tersebut, Angga mengalami memar di pinggang kiri serta lecet di bagian tangan, sementara Ponidi mengalami luka parah berupa patah tulang di kaki kiri. Petugas bersama warga setempat segera mengevakuasi kedua korban ke RS Citra Medika Tarik untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Unit Lantas Polsek Balongbendo mengamankan dua kendaraan yang terlibat dan memintai keterangan sejumlah saksi. Kasus tersebut selanjutnya akan dilimpahkan ke Unit Gakkum Satlantas Polresta Sidoarjo untuk proses penyelidikan lebih mendalam.
“Dari hasil penyelidikan awal, kuat dugaan penyebab kecelakaan karena kurangnya kewaspadaan dari kedua pengendara. Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati, terutama saat melintas di jalan raya dengan arus padat seperti di wilayah Balongbendo,” tambah Aiptu Sugeng.
Sementara itu, warga sekitar bernama Heri (42) menyebut lokasi kejadian memang rawan kecelakaan karena minim penerangan dan sering dilalui kendaraan dengan kecepatan tinggi. “Sudah sering banget kejadian, Mas. Lampu jalan kurang terang, sementara kendaraan banyak yang ngebut malam-malam,” ujarnya. Polisi berharap, dengan meningkatnya kesadaran dan kehati-hatian pengendara, angka kecelakaan di kawasan tersebut bisa ditekan. (rif)












