Sidoarjo – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tahun 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo menggelar lomba konten video bertema Cek Kesehatan Gratis. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, kembali menorehkan prestasi membanggakan. Melalui kader-kader kesehatannya yakni Maria Afifatin, Dewi Novita Sari, Ekowati, dan Ririn Indah Priyanti, mereka berhasil menyabet Juara 1 dalam lomba tersebut. Video yang mereka buat mengangkat kegiatan cek kesehatan gratis di desa dengan menggandeng Bidan Monica dari Puskesmas Trosobo.

Berkat kreativitas dan kerja sama yang solid, video tersebut berhasil menarik perhatian juri. Para kader Bringinbendo pun berhak membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp 2,5 juta, yang diserahkan langsung oleh Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sidoarjo, M. Ainur Rahman, AP, M.Si., mewakili Bupati Sidoarjo, dalam acara di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (12/11/2025).
Usai kegiatan penyerahan hadiah, Maria Afifatin mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi tersebut. “Kami sangat terkejut bisa meraih juara 1, apalagi lomba ini bisa dibilang dadakan dan tanpa persiapan matang. Awalnya bu Bidan Monica mengajak kami membuat video konten, dan kami langsung semangat menanggapinya,” ujarnya di Pendopo Balai Desa Bringinbendo.
Senada dengan Maria, Dewi Novita Sari juga mengaku tidak menyangka akan meraih juara pertama. “Kami hanya ingin ikut berpartisipasi memperingati HKN dengan cara yang sederhana. Ternyata hasilnya di luar dugaan. Ini jadi penyemangat kami untuk terus aktif di kegiatan kesehatan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Bringinbendo, H. Sholeh Dwi Cahyono, menyampaikan apresiasi tinggi kepada kader kesehatan dan bidan desa. “Kami sangat bersyukur dan bangga atas capaian ini. Terima kasih kepada Bu Monica dan seluruh kader yang telah membawa nama baik Desa Bringinbendo di tingkat kabupaten. Semoga prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk terus berinovasi di bidang kesehatan,” tuturnya. (rif)












