Sidoarjo – Proyek crossing saluran air di Jalan Raya Trosobo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, masih menjadi sorotan setelah mengalami keterlambatan penyelesaian. Meski demikian, pihak kontraktor pelaksana mengklaim progres pekerjaan telah mendekati tahap akhir.
Mandor Pelaksana proyek dari PT Barokah Abadi, Agung, menyampaikan bahwa secara keseluruhan progres pekerjaan telah mencapai sekitar 80 persen. Hal itu disampaikannya saat mendampingi inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Bupati Sidoarjo Subandi, Minggu (14/12/2025).
Agung menjelaskan, pekerjaan utama pada proyek tersebut sebenarnya telah rampung,” Untuk pengecoran sudah selesai, bagian bawah juga sudah selesai. Tapi tanggul tanah yang bagian aspal itu jebol,” ujar Agung di lokasi proyek.
Ia menuturkan, jebolnya tanggul tanah di area yang terhubung dengan badan aspal memaksa pihak kontraktor melakukan penanganan tambahan. Kondisi tersebut tidak hanya mempengaruhi jadwal pekerjaan, tetapi juga berdampak langsung pada lingkungan sekitar.
Menurut Agung, dampak paling terasa adalah terjadinya genangan air di kawasan permukiman warga,” Air sempat naik hampir setengah meter dan menggenangi perumahan, termasuk di Perumahan Citra Harmoni dan sekitarnya,” jelasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak kontraktor berencana melakukan penataan ulang sistem pelimpahan air,” Makanya besok rencana kami menata total bagian pelimpahan air, baru setelah itu satu hari kami tutup bagian depan,” kata Agung.
Selain kendala teknis, faktor cuaca disebut menjadi hambatan utama percepatan pekerjaan. Agung mengungkapkan bahwa hujan singkat saja dapat langsung meningkatkan debit air secara signifikan,” Kalau satu hari ini nggak hujan, kita aman kerja. Tapi hujan setengah jam saja, air sudah hampir di atas Double U-Box,” terangnya.
Ia menambahkan, kedalaman Double U-Box (DUB) di lokasi mencapai sekitar 4,5 meter, sementara saat hujan debit air sungai bisa naik hingga tiga meter. Meski demikian, Agung menegaskan pihaknya tidak menambah tenaga kerja secara signifikan karena pekerjaan lebih mengandalkan alat berat yang seluruhnya telah siap di lokasi.
Agung menargetkan proyek crossing saluran air tersebut dapat diselesaikan paling cepat pada 20 Desember 2025, setelah dikerjakan selama kurang lebih dua bulan terakhir. Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan keterlambatan proyek tetap menjadi catatan penting dan meminta sisa waktu kontrak dimaksimalkan serta menjadi bahan evaluasi agar ke depan proyek serupa tidak lagi dikerjakan di musim hujan dan menimbulkan dampak bagi masyarakat. (rif)












