Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Politik Pemerintahan

Mediasi Buntu, Pro-Kontra Pembangunan KDMP di Lapangan Sidorejo Krian Terus Bergulir

×

Mediasi Buntu, Pro-Kontra Pembangunan KDMP di Lapangan Sidorejo Krian Terus Bergulir

Share this article
IMG 20260113 WA0078
Proyek pembangunan gerai KDMP di Desa Sidorejo yang ditolak warga karena berdiri di lapangan sepak bola yang masih dipergunakan oleh warga
Example 468x60

Sidoarjo – Polemik alih fungsi Lapangan Sidorejo di Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, kembali mencuat seiring berlanjutnya pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di atas lahan tersebut. Hingga pertengahan Januari 2026, persoalan itu belum menemukan titik temu antara pemerintah desa dan warga penolak.

Upaya mediasi yang digelar pemerintah desa bersama warga pada Senin malam (12/01/2026) pun belum membuahkan kesepakatan. Pertemuan berlangsung alot karena masing-masing pihak tetap bertahan pada sikapnya.

Example 300x600

Warga menolak keras pembangunan KDMP di atas lapangan desa dan meminta agar proyek tersebut dipindahkan ke lokasi lain. Sementara itu, pemerintah desa menyatakan pembangunan sudah berjalan dan tidak mudah dihentikan.

Berdasarkan data pemerintah desa, progres pembangunan KDMP di Lapangan Sidorejo saat ini telah mencapai sekitar 17 persen. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama pemerintah desa melanjutkan proyek.

Kepala Desa Sidorejo, Heri Sucipto, mengatakan pihaknya telah berupaya membuka ruang dialog seluas-luasnya dengan warga yang menyampaikan keberatan atas pembangunan tersebut.

“Kami sudah mengumpulkan warga yang keberatan untuk mencari solusi bersama, tapi memang sampai sekarang belum ditemukan titik temu,” ujar Heri Sucipto, Rabu (14/01/2026).

Menurut Heri, penolakan warga diduga muncul akibat adanya miskomunikasi atau kurangnya pemahaman pada tahap awal perencanaan pembangunan KDMP.

“Kemungkinan ada ketidaktahuan atau miskomunikasi di awal, makanya muncul penolakan. Pertemuan semalam belum menghasilkan keputusan pasti, dan kami berencana melanjutkan musyawarah,” jelasnya.

Ia menegaskan, penetapan lokasi pembangunan KDMP telah melalui prosedur resmi sesuai aturan. Pemerintah desa, kata dia, telah menggelar musyawarah desa (musdes) sebelum pembangunan dimulai.

“Kami sudah musdes sebelum pembangunan, mulai dari penjaringan calon lahan hingga penetapan lokasi di Lapangan Sidorejo yang merupakan Tanah Kas Desa (TKD),” tegas Heri.

Dalam musdes awal, lanjut Heri, terdapat tiga alternatif lokasi yang diusulkan, yakni di belakang balai desa, kawasan pedukuhan dekat masjid, serta Lapangan Sidorejo.

Setelah dilakukan musdes lanjutan pada pertengahan November 2025, lokasi Lapangan Sidorejo akhirnya disepakati sebagai tempat pembangunan KDMP.

“Dari hasil musdes lanjutan itu, Lapangan Sidorejo ditetapkan sebagai lokasi pembangunan, dan sekarang progresnya sekitar 17 persen,” imbuhnya.

Heri juga memastikan pembangunan KDMP tidak akan menghilangkan fungsi lapangan sepenuhnya. Pemerintah desa, kata dia, telah menyiapkan rencana renovasi lanjutan agar lapangan tetap bisa dimanfaatkan warga.

“Nantinya warga tetap bisa menikmati lapangan. Akan ada renovasi lanjutan untuk lapangan voli dan bola,” katanya.

Namun, penjelasan tersebut belum mampu meredam penolakan warga. Perwakilan warga Dusun Madubronto, Ardi, menegaskan bahwa masyarakat tetap meminta agar pembangunan KDMP dipindahkan ke lokasi lain.

“Harapan kami tetap pindah, dan itu sudah kami sampaikan dalam rapat semalam,” ujar Ardi.

Menurut Ardi, Lapangan Sidorejo sejak awal diperuntukkan sebagai ruang publik dan sarana olahraga warga. Selama ini, lapangan tersebut aktif digunakan untuk sepak bola dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Sidoarjo, Edi Kurniadi, menilai penolakan tersebut hanya datang dari sebagian kecil warga.

“Sebagian kecil saja. Artinya ada sekelompok masyarakat yang kurang paham dan memang perlu diberikan penjelasan. Insyaallah tidak ada masalah,” kata Edi Kurniadi seperti diberitakan sebelumnya.

Penolakan warga sebelumnya juga ditunjukkan dengan pemasangan spanduk di pintu masuk Lapangan Sidorejo pada Minggu (11/01/2026). Spanduk tersebut bertuliskan, “#masyarakat peduli desa, kembalikan lapangan Sidorejo seperti semula.”

Hingga kini, Lapangan Sidorejo masih tetap digunakan warga untuk berolahraga dan beraktivitas. Sementara polemik pembangunan KDMP terus bergulir dan menunggu hasil musyawarah lanjutan antara pemerintah desa dan masyarakat. (rif)

Example 300250
Example 120x600
error: Nice Try :)