Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Melawan Stigma: Melihat Posisi Perempuan Lewat Perspektif Feminist Standpoint Theory

×

Melawan Stigma: Melihat Posisi Perempuan Lewat Perspektif Feminist Standpoint Theory

Share this article
Ilustrasi stigma yang terjadi pada perempuan.
Ilustrasi stigma yang terjadi pada perempuan.
Example 468x60

Surabaya, I-Todays.com – Perdebatan tentang gender akhir-akhir ini semakin intensif dalam diskusi tentang kemajuan  perkembangan    perempuan  dan  posisi  serta  status  mereka  dalam  kaitannya dengan kesetaraan dengan laki-laki.

Kebebasan kaum perempuan sangat dibatasi sejak dahulu hingga kini, terlebih lagi dalam masyarakat patriarki. Menurut Therborn 2004, sejak awal masyarakat selalu bersifat patriarki, tanpa pengecualian.

Example 300x600

Fakta bahwa masyarakat Indonesia saat ini masih ada yang memandang perempuan dengan sudut pandang “perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena nanti akan kembali ke dapur juga” atau “anak perempuan harus cepat menikah agar tidak jadi beban keluarga”.

Sudut pandang dalam fakta itu yang menjadikan pandangan negative tentang perempuan, dan masih melekat pada sebagaian masyarakat Indonesia.

Stigma tentang “perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena nanti akan kembali ke dapur juga” memandang bahwa pendidikan seolah-olah tak relevan dengan perempuan karena perempuan perannya hanya sebatas ibu rumah tangga yang mengurusi dapur.

Stigma tentang “anak perempuan agar tidak jadi beban keluarga harus cepat menikah” menunjukan pandangan bahwa anak perempuan hanyalah sebuah beban bagi keluarga, dan priortas utamanya adalah menikah.

Stigma-stigma tersebut seringakali menganggap bahwa perempuan terlihat rendah dan lemah, dari laki-laki. Pandangan-pandangan ini menghambat perkembangan perempuan dan mengurangi kesempatan mereka sebagai subjek berbicara.

Jika dilihat dari perspektif yang lebih luas, pendidikan merupakan hal fundamental dalam membentuk masyarakat yang berkualitas dan berdaya saing.

Namun, pandangan masyarakat awam yang menganggap pekerjaan domestik sebagai “kewajiban” perempuan seringkali menghambat akses dan kesempatan perempuan untuk mengembangkan diri.

Perlunya mengkaji peran perempuan dalam tradisi kritis yang dikenal sebagai feminisme, konteks tentang, “feminist standpoint theory” yang dikembangkan oleh nancy harstock, pertama kali muncul pada tahun 1807 oleh filusf jerman George Wilhelm Friedrich Hegel yang mendiskusikan masalah antara ‘budak’ dan ‘tuan’.

Hegel menyatakan bahwa walau hidup berdampingan namun tuan dan budak memiliki sumber informasi terhadap dunia luar yang berbeda.

Teori ini diakui oleh Karl Marx dengan mengatakan bahwa posisi pekerja yang tidak equal membuat tidak adanya jalan bagi pekerja untuk mengembangkan diri.

Ada 3 teori standpoint yaitu, standpoint, situated knowledge, dan sexual division. Digunakan untuk menganalisis sudut pandang yang diterapkan pada perempuan dalam konteks kapitalisme. Hal ini termasuk pembagian seksual dalam konteks buruh, peran perempuan di rumah yang seringkali tidak dibayar, tanggung jawab reproduksi, kelemahan kekuasaan dalam masyarakat, dan isu-isu lain yang berhubungan dengan gender.

Teori ini menjadi dasar bagi para ahli untuk mengkritis laki-laki sebagai dominan yang patriarki, dan ideologi yang mempengaruhi peran dan posisi perempuan dalam masyarakat.

Dengan demikian, Feminist Standpoint Theory telah menjadi alat penting dalam mengadvokasi kesetaraan gender dan menggali pandangan kritis mengenai peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan sosial dan ekonomi.

*)Mahasiswa ilmu komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Example 300250
Example 120x600
error: Nice Try :)