Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Peristiwa

Niat Berenang Berujung Duka, Santri Pondok Al Ikhlas Pandean Sidoarjo Akhirnya Ditemukan Tak Bernyawa

×

Niat Berenang Berujung Duka, Santri Pondok Al Ikhlas Pandean Sidoarjo Akhirnya Ditemukan Tak Bernyawa

Share this article
IMG 20251108 WA0125
Example 468x60

Sidoarjo – Upaya pencarian terhadap santri Pondok Al Ikhlas Pandean, Ahmad Daffa Anil Haq (17), warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo, yang dilaporkan hilang terseret arus di Sungai Kapasan, perbatasan Banjarpoh–Sidokare, akhirnya membuahkan hasil. Setelah pencarian intensif selama hampir 24 jam, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Sabtu (08/11/2025) siang.

Peristiwa nahas ini bermula saat Daffa bersama tiga rekannya berniat berenang di Sungai Kapasan pada Jumat (07/11/2025) sekitar pukul 15.30 WIB. Dua temannya sempat turun terlebih dahulu untuk mengukur kedalaman sungai. Setelah mengetahui air cukup dalam dan arus deras, mereka menyarankan agar Daffa tidak ikut turun ke sungai. Namun tanpa diduga, Daffa justru melompat ke sungai dan langsung terseret arus.

Example 300x600

Salah seorang temannya sempat berusaha menolong, namun karena derasnya arus, ia tidak kuat menarik Daffa ke tepi. Korban pun tenggelam dan menghilang dari pandangan. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melapor ke pihak berwajib, sehingga tim SAR gabungan langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.

Pencarian dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Sidoarjo, Damkar, aparat kepolisian, relawan, dan masyarakat sekitar. Upaya pencarian dimulai sejak Jumat malam dengan menyusuri aliran sungai menggunakan perahu karet dan penyelaman manual di beberapa titik yang dicurigai menjadi lokasi korban terseret.

Akhirnya, pada Sabtu (08/11/2025) sekitar pukul 12.45 WIB, jenazah Ahmad Daffa ditemukan sekitar 600 meter dari titik awal tenggelam. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan tidak jauh dari lokasi awal dilaporkan hilang. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Waru, Sidoarjo, untuk proses pemulasaran.

Plt. Kalaksa BPBD Kabupaten Sidoarjo, Sabino Mariano, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah tersebut. “Begitu laporan masuk, tim segera bergerak cepat melakukan pencarian dengan tiga perahu karet. Alhamdulillah korban akhirnya ditemukan. Terima kasih kepada seluruh tim kemanusiaan yang terlibat. Kami imbau masyarakat agar selalu berhati-hati di sekitar sungai, terutama saat debit air sedang tinggi,” ujar Sabino kepada i-Todays.

Sementara itu, Komandan Tim SAR Lapangan Basarnas Surabaya menjelaskan bahwa proses pencarian dilakukan dengan kombinasi teknik penyelaman dan penyisiran sejauh 300 meter dari titik awal korban tenggelam. “Kondisi arus cukup deras, namun tim tetap fokus dan bekerja maksimal hingga korban berhasil ditemukan dalam waktu relatif cepat. Kami juga mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas di sungai tanpa pengawasan,” tegasnya.

Usai proses evakuasi dan penyerahan jenazah kepada pihak keluarga, operasi pencarian resmi dihentikan. Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar lokasi kejadian telah kembali kondusif, sementara aparat bersama relawan masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi adanya aktivitas serupa di kawasan sungai tersebut. (rif)

Example 300250
Example 120x600
error: Nice Try :)