Surabaya Basarnas, I-Todays.com – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta Kasdam V/Brawijaya melaksanakan pemantauan kesiapsiagaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) melalui udara menggunakan helikopter BASARNAS, Senin (29/12/2025).
Pemantauan udara ini merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan seluruh unsur terkait dalam memberikan pelayanan keselamatan kepada masyarakat selama masa libur Nataru. Fokus pemantauan diarahkan pada titik-titik krusial di Jawa Timur, mulai dari jalur tol Trans-Jawa hingga simpul penyeberangan Jawa Bali.
Rombongan lepas landas dari Base Ops Lanudal Juanda, Sidoarjo, menggunakan helikopter BASARNAS jenis Dauphin HR 3601. Dari udara, rombongan menyusuri rute Pasuruan, Probolinggo, Situbondo hingga Banyuwangi.
Dalam pemantauan tersebut, Kabasarnas bersama Forkopimda Jatim meninjau langsung kondisi arus lalu lintas di ruas Tol Probolinggo Banyuwangi (Prosiwangi). Jalur ini menjadi perhatian khusus karena diprediksi mengalami peningkatan signifikan volume kendaraan, terutama wisatawan yang menuju Pulau Bali.
“Dari hasil pantauan udara, arus lalu lintas di Tol Prosiwangi masih terpantau lancar dan terkendali. Namun seluruh unsur tetap disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan,” ujar Kabasarnas di sela kegiatan.
Selain jalur darat, pemantauan juga difokuskan pada aktivitas penyeberangan Selat Bali yang menghubungkan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dengan Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Kawasan ini dinilai memiliki tingkat kerawanan tersendiri mengingat tingginya mobilitas masyarakat serta kondisi cuaca yang kerap berubah.
Kabasarnas menegaskan pentingnya kesiapsiagaan personel dan alat utama (alut) SAR di titik-titik strategis tersebut. BASARNAS telah menyiagakan unsur SAR laut beserta personel rescue untuk memastikan respons cepat (quick response) apabila terjadi kondisi darurat.
Siaga SAR Khusus Nataru 2025/2026 dijadwalkan berlangsung hingga awal Januari 2026. Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati selama perjalanan, mematuhi aturan keselamatan, serta rutin memantau prakiraan cuaca dari BMKG sebelum melakukan perjalanan jarak jauh.
(Red)












