Sidoarjo — Warga Kelurahan Sepanjang, Kecamatan Taman, digemparkan dengan penemuan sepasang suami istri yang ditemukan meninggal dunia di lantai dua rumahnya, Rabu (12/11/2025) sore. Pasangan tersebut diketahui bernama Eko Priyantoro (59) dan Siti Sundarmi (54), warga Simowau Baru Gang Nanas, Kelurahan Sepanjang, Kecamatan Taman, Sidoarjo.
Peristiwa tragis itu pertama kali diketahui oleh anak kandung korban, Ardiansya Dwi Saputro (20), yang baru saja pulang kerja sekitar pukul 15.30 WIB. Saat naik ke lantai dua rumah, ia mendapati kedua orang tuanya sudah tergeletak tak bernyawa di atas dek rumah. Posisi tubuh mereka terlentang, dengan sang ayah di sisi barat dan sang ibu di sisi selatan.
Menurut keterangan saksi, korban pertama tampak kakinya terlilit kabel mikrofon yang masih tersambung ke power ampli. Menyadari hal itu, Ardiansya spontan mencabut kabel dari ampli dan mencoba memeriksa kondisi ibunya, namun tubuh sang ibu sudah kaku. Panik, ia langsung turun untuk memanggil kakaknya, Rendy Ardianto (25), yang berada di lantai bawah.
Rendy kemudian bergegas menghubungi Ketua RT setempat, Tumirin (59), untuk melaporkan kejadian tersebut. Tak lama, Ketua RT melapor kepada perangkat kelurahan, Andik Firmansyah (39), yang segera meneruskan informasi ke pihak Polsek Taman. Petugas pun langsung datang ke lokasi bersama tim identifikasi dari Polresta Sidoarjo untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Salah seorang warga sekitar, Kohar, mengaku kaget dan tidak menyangka kejadian itu menimpa pasangan tersebut. “Pak EP orangnya baik. Kami semua kaget, apalagi katanya meninggal karena kesetrum di rumah sendiri,” ujarnya lirih saat ditemui di sekitar lokasi.
Tim identifikasi Polresta Sidoarjo yang melakukan pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban. Dugaan sementara, pasangan suami istri itu meninggal akibat tersengat listrik dari kabel ampli yang ada di lantai dua rumah mereka.
Kanit Reskrim Polsek Taman, AKP Hajir Sujalmo, SH, membenarkan peristiwa tersebut. “Benar, dua orang ditemukan meninggal dunia di rumahnya sendiri. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dari tim identifikasi, tidak ditemukan tanda kekerasan. Diduga kuat korban meninggal akibat tersengat listrik,” jelasnya kepada wartawan.
Lebih lanjut, AKP Hajir menjelaskan bahwa keluarga korban telah membuat surat pernyataan tidak keberatan dan menolak dilakukan autopsi. “Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun,” tambahnya.
Seusai pemeriksaan di lokasi, jenazah kedua korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Warga sekitar turut membantu proses pemulasaran dan penguburan dengan penuh rasa duka.
“Ini pelajaran buat kita semua agar lebih hati-hati dalam penggunaan alat elektronik di rumah, terutama yang menggunakan arus tinggi seperti sound system,” tutur warga lainnya. Kejadian ini pun meninggalkan duka mendalam bagi lingkungan Simowau Baru. (rif)












