Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Hukrim

Patroli Malam Diperketat, Polsek Taman Redam Potensi Bentrok Susulan di Trosobo

×

Patroli Malam Diperketat, Polsek Taman Redam Potensi Bentrok Susulan di Trosobo

Share this article
20251115 135401
Example 468x60

Sidoarjo – Ketegangan sempat melanda wilayah Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, tepatnya di wilayah Desa Trosobo dan sekitarnya, menyusul beredarnya kabar di media sosial mengenai rencana aksi balas dendam oleh kelompok yang diduga pesilat. Isu tersebut mencuat setelah bentrok yang terjadi pekan lalu di Jalan Raya Trosobo, ketika rombongan konvoi yang diduga kelompok pesilat mengacungkan senjata tajam dan menggeber motor hingga membuat resah masyarakat. Insiden itu berujung pada pengeroyokan oleh warga, menyebabkan lima remaja dari rombongan konvoi mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Merespon kekhawatiran warga dan meningkatnya potensi konflik, Polsek Taman bergerak cepat dengan melakukan patroli harkamtibmas pada Jumat malam (14/11/2025). Patroli dimulai sejak pukul 22.00 WIB dengan melibatkan personel gabungan.

Example 300x600

Rombongan patroli dipimpin langsung Padal Kanit Reskrim Polsek Taman, AKP Hajir Sujalmo, SH, yang memimpin jalannya pengamanan dan pemantauan situasi di wilayah hukum Kecamatan Taman.

“Dengan kekuatan 13 personel dari Unit Reskrim, Unit Intelkam, serta Unit Lantas, kami sudah mengelilingi wilayah Kecamatan Taman untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga serta para pengguna jalan. Selain mengantisipasi isu yang beredar di media sosial, kami juga mencegah potensi kejahatan dan aksi balap liar,” tegas AKP Hajir Sujalmo.

Rombongan patroli sempat berhenti di Jalan Raya Trosobo, yang menjadi titik dianggap rawan sesuai isu aksi balasan dari kelompok tertentu. Titik tersebut diketahui sebagai lokasi paling mengkhawatirkan pasca konflik sebelumnya.

Di lokasi tersebut, polisi menemukan sekitar 50 remaja berjaga di depan gapura Perum Pondok Jegu Indah. Mereka terlihat membawa kayu panjang dan berkumpul untuk mengantisipasi kemungkinan aksi balas dendam. Petugas kemudian membubarkan mereka demi mencegah bentrokan dan menghindari potensi salah sasaran yang dapat memperburuk keadaan.

Menurut keterangan Ketua RW Perum Pondok Jegu Indah, remaja-remaja yang berjaga tersebut bukan hanya warga sekitar, melainkan gabungan dari berbagai daerah. “Mereka ada yang dari Mojokerto, Wringinanom dan juga warga di sekitar sini,” jelasnya.

Pantauan awak media I-Todays, disepanjang jalan raya Trosobo, digang-gang Desa Trosobo dan Desa Kramat jegu, banyak warga masyarakat yang berkumpul menjaga kemungkinan aksi balas dendam seperti yang santer beredar di sosmed.

Ketegangan belum berakhir. Sekitar pukul 01.30 WIB, seorang sopir truk yang melintas, melapor kepada petugas bahwa terjadi keributan di kawasan Perum Pejaya Anugrah. Mendapat laporan tersebut, tim patroli segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Saat polisi tiba, ratusan remaja yang sedang bergerombol langsung berhamburan lari masuk ke dalam perumahan. Petugas berhasil mengamankan sembilan remaja beserta lima sepeda motor yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.

Kesembilan remaja itu berinisial AC (16) warga Jati Kulon Mojokerto; ABS (16) warga Umbutlegi Tarik; AF (16) warga Sebani Wringinanom; RAF (15) warga Pasinan Wringinanom; AS (16) warga Wonocolo Taman; BW (15) warga Pasinan Wringinanom; AM (18) warga Megare Ngelom Taman; DP (13) warga Tanjungsari Taman; serta AP (15) warga Mergosari Tarik.

Ketua RW Perum Pejaya Anugrah, Sunarko, membenarkan keberadaan para remaja tersebut. “Mereka di sini untuk berjaga karena takut ada aksi balasan seperti isu yang ramai di sosial media. Mereka datang dari berbagai wilayah,” jelasnya.

Seluruh remaja kemudian dibawa ke Mapolsek Taman untuk dimintai keterangan. Dalam pemeriksaan, mereka mengaku berjaga karena kesal dengan ulah oknum konvoi pesilat yang sebelumnya membuat onar di Trosobo. Tidak ditemukan indikasi bahwa mereka adalah gangster atau berniat memicu keributan baru.

Sebagai bentuk pembinaan, para remaja hanya diberikan sanksi push up dan dihimbau untuk tidak berada di luar rumah hingga larut malam karena status mereka masih pelajar. Data identitas mereka seluruhnya dicatat sebelum dipulangkan pada Sabtu pagi (15/11/2025).

Padal Kanit Reskrim Polsek Taman, AKP Hajir Sujalmo, SH, menegaskan bahwa tindakan yang diambil merupakan upaya preventif. “Karena mereka tidak terbukti melakukan tindak pidana atau ingin membuat onar, kami hanya memberikan hukuman pembinaan dan menghimbau agar tidak keluar rumah hingga larut malam. Semuanya sudah kami pulangkan,” pungkasnya. (rif)

Example 300250
Example 120x600
error: Nice Try :)