Sidoarjo – Kejadian mengejutkan terjadi di Pasar Larangan, Desa Larangan, Kecamatan Candi, Jumat (21/11/2025) dini hari. Aktivitas pasar yang biasanya ramai mendadak terhenti setelah seorang pedagang sayur tiba-tiba ambruk dan meninggal dunia di lokasi. Peristiwa tersebut sontak menggemparkan para pedagang maupun pembeli yang sedang beraktivitas.
Korban diketahui bernama Dedi Sudhi Waras, 47, seorang pedagang sayuran yang setiap hari berbelanja ke Pasar Larangan untuk memenuhi kebutuhan dagangannya. Saat itu, korban datang seperti biasa dan tengah memilih sayuran di area lapak. Tanpa tanda-tanda mencurigakan, ia mendadak jatuh pingsan dan tidak memberikan respons apa pun.
Warga yang berada di sekitar lokasi berupaya memberikan pertolongan serta segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian. Tak berselang lama, petugas Polsek Candi tiba di lokasi dan melakukan pengecekan awal. Meski sudah dilakukan upaya pemeriksaan, korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Jenazah kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.
Kanit Reskrim Polsek Candi, Iptu Imam Tarmudji, membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 04.00 WIB. “Kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada seorang pria tiba-tiba jatuh dan tidak sadarkan diri di area sayur-sayuran Pasar Larangan. Petugas segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media I-Todays, Minggu (23/11/2025).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi serta keterangan dua saksi yang berada tak jauh dari tempat kejadian, korban terlihat sedang memilih sayuran seperti rutinitas biasanya.
“Saksi melihat korban sedang memilih sayur, lalu tiba-tiba jatuh. Warga dan saksi langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Candi, saat petugas datang nyawanya sudah tidak tertolong,” jelasnya.
Dari hasil identifikasi, korban merupakan warga Desa Klurak, Kecamatan Candi. Pihak kepolisian kemudian meminta visum luar untuk memastikan penyebab kematian. Hasilnya, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diketahui pula korban memiliki riwayat penyakit jantung dan baru menjalani perawatan di rumah sakit beberapa waktu sebelumnya.
“Hasil visum luar menyatakan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Mengingat korban memiliki riwayat jantung, kemungkinan besar ia mengalami serangan jantung mendadak,” tegas Iptu Imam Tarmudji.
Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi lanjutan. Jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. (rif)












