Surabaya, I-Todays.com – Pengurus Provinsi Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jawa Timur resmi dilantik pada Minggu (15/2/2025) di Hotel Platinum Surabaya. Pelantikan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sistem pembinaan atlet secara berjenjang sekaligus mendorong terbentuknya liga sepak takraw kompetitif dan berkelanjutan di Jawa Timur.
Ketua PB PSTI, Surianto, menegaskan Jawa Timur memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet sepak takraw berprestasi. Ia berharap kepengurusan baru dapat fokus pada pembinaan mulai usia dini hingga tingkat senior agar mampu bersaing di level nasional dan internasional.
Menurutnya, pembinaan berkelanjutan menjadi kunci lahirnya atlet yang mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah regional maupun dunia.
Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menyambut baik arah pengembangan tersebut. Ia menilai transformasi dari sekadar kompetisi menuju sistem liga terstruktur akan meningkatkan jam terbang atlet serta memperkuat mental bertanding.
Kompetisi resmi yang rutin, baik tingkat daerah maupun nasional, diyakini mampu membentuk kematangan psikologis atlet. Jawa Timur juga dinilai siap menggelar berbagai kejuaraan, mulai Kejuaraan Provinsi hingga Jawa Timur Open sebagai bagian seleksi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
Muhammad Nabil menambahkan, sepak takraw termasuk cabang olahraga terukur dengan intervensi non-teknis yang relatif kecil sehingga sangat ideal untuk pembinaan prestasi jangka panjang. Ia berharap prestasi Jawa Timur dapat kembali meningkat setelah sebelumnya mengalami penurunan raihan medali pada ajang PON.
Dalam kesempatan yang sama turut diluncurkan buku panduan pembinaan sepak takraw Jawa Timur. Buku tersebut akan menjadi acuan bagi 29 pengurus cabang PSTI kabupaten/kota agar pembinaan atlet berjalan sistematis dan berbasis sport science.
Ketua Pengprov PSTI Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyatakan siap menghadirkan pembaruan dalam tata kelola organisasi, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, serta pembinaan atlet berjenjang.
Ia menargetkan Jawa Timur menjadi barometer sepak takraw nasional melalui kompetisi berkelanjutan, liga daerah, serta turnamen lokal yang terstruktur sebagai fondasi menuju prestasi dunia.
Aries menegaskan buku panduan pembinaan menjadi implementasi nyata sport science, meliputi aspek fisik, postur tubuh, nutrisi, kesehatan hingga pola latihan terukur agar prestasi lahir dari pembinaan yang tepat.
(Redak: Devi)












