Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Hukrim

Produk Narapidana Lapas Sidoarjo Berpotensi Tembus Pasar Nasional, Ditjenpas Dorong Penguatan Pemasaran

×

Produk Narapidana Lapas Sidoarjo Berpotensi Tembus Pasar Nasional, Ditjenpas Dorong Penguatan Pemasaran

Share this article
IMG 20251105 WA0065
Example 468x60

Sidoarjo – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo atau yang dikenal dengan Lapas Delta terus berinovasi dalam membina warga binaan agar memiliki keterampilan bernilai ekonomi. Tidak hanya sekadar fokus pada pembinaan moral dan kedisiplinan, Lapas ini kini didorong untuk memperkuat aspek promosi dan pemasaran produk karya narapidana agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

Dorongan tersebut datang langsung dari Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Yulius Sahruzah, saat melakukan kunjungan kerja ke Lapas Kelas IIA Sidoarjo, Rabu (05/11/2025). Dalam kesempatan itu, ia meninjau berbagai hasil karya warga binaan seperti meubel, batik, hingga produk kerajinan tangan yang telah memiliki kualitas baik.

Example 300x600

Menurut Yulius, produk-produk hasil karya narapidana sebenarnya memiliki potensi besar untuk dipasarkan secara nasional, bahkan internasional. Namun, untuk mencapai hal itu, diperlukan strategi yang matang dan dukungan dari berbagai pihak agar promosi dan distribusinya lebih luas.

“Lapas harus fokus mengembangkan satu produk unggulan secara maksimal. Produk itu harus dikemas dengan baik, memiliki izin usaha, dan dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Yulius. Ia menegaskan bahwa penerapan konsep “satu Lapas, satu produk unggulan” penting dilakukan agar setiap Lapas memiliki identitas ekonomi yang khas dan berdaya saing.

Lebih lanjut, Yulius mengapresiasi kemajuan yang telah dicapai berbagai Lapas di Indonesia, termasuk Lapas Sidoarjo. Menurutnya, sejumlah produk hasil karya warga binaan kini telah memiliki kemasan yang menarik, sertifikat resmi, bahkan izin usaha yang sah. “Ini menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan selama ini sudah berjalan ke arah yang benar,” imbuhnya.

Namun demikian, ia menilai tantangan ke depan adalah memperluas jangkauan pemasaran. Untuk itu, pihaknya mendorong agar hasil karya warga binaan dipromosikan melalui berbagai platform digital serta melibatkan influencer untuk memperkenalkan produk tersebut ke masyarakat luas.

“Kami mendorong agar hasil karya warga binaan dipasarkan lebih luas dengan melibatkan influencer serta menjalin kerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop UM). Dengan begitu, produk buatan narapidana bisa memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” tegas Yulius.

Selain memperkuat pemasaran, Yulius juga menekankan pentingnya ketelitian petugas dalam menerapkan ketentuan pembinaan, termasuk mekanisme penjaminan warga binaan, masa pidana, serta regulasi yang berlaku. Hal ini untuk memastikan seluruh proses berjalan transparan dan sesuai aturan.

Ia menutup kunjungannya dengan pesan agar sinergi antara pembinaan, inovasi produk, dan kolaborasi lintas sektor terus diperkuat. “Melalui sinergi tersebut, karya warga binaan tak hanya menjadi simbol kreativitas, tetapi juga jembatan menuju kemandirian ekonomi setelah mereka bebas nanti,” pungkas Yulius Sahruzah. (rif)

Example 300250
Example 120x600
error: Nice Try :)