Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Hukrim

Satlantas Sidoarjo Tilang 800 Pelanggar, Wilayah Waru dan Taman Dominasi Pelanggaran

×

Satlantas Sidoarjo Tilang 800 Pelanggar, Wilayah Waru dan Taman Dominasi Pelanggaran

Share this article
IMG 20251121 WA0126
Example 468x60

Sidoarjo – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025, penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Sidoarjo semakin meningkat. Ribuan pelanggar tercatat terjaring dalam operasi yang digelar sejak awal pekan oleh Satlantas Polresta Sidoarjo tersebut.

Satlantas Polresta Sidoarjo mencatat sebanyak 5.800 pengendara telah ditindak baik melalui sanksi tilang maupun teguran. Angka ini menunjukkan masih tingginya tingkat pelanggaran disiplin berlalu lintas di kalangan masyarakat.

Example 300x600

“Selama tiga hari, sebanyak 800 kendaraan kami tindak dengan sanksi tilang,” ujar Kanit Turjawali Satlantas Polresta Sidoarjo, AKP Ali Rifqi Mubarok, Jumat (21/11/2025).

Dari 800 pelanggar yang dikenai tilang, 700 pelanggar terjaring melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mobile. Sementara itu, 100 pelanggar lainnya ditindak secara manual oleh petugas di lapangan.

Selain sanksi tilang, sebanyak 5.000 pengendara hanya diberikan teguran presisi, terutama bagi pelanggaran ringan yang tidak membahayakan keselamatan pengendara lain. Teguran diberikan sebagai upaya edukasi agar masyarakat lebih memahami aturan berlalu lintas.

AKP Ali menjelaskan, pelanggaran yang paling banyak terjadi dilakukan oleh pengendara roda dua (R2). Jenis pelanggaran yang dominan antara lain melawan arus, tidak memakai helm SNI, tidak memasang spion, serta penggunaan kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

“Pelanggarannya bervariasi, didominasi melawan arus, tidak memakai helm, tidak memasang spion, dan kendaraan tidak sesuai spektek, seperti penggunaan knalpot brong atau Tanda Nomor Kendaraan (TNKB) palsu maupun tidak standar,” tegas AKP Ali.

Selain roda dua, pelanggaran oleh pengemudi roda empat (R4) juga masih cukup tinggi. Mayoritas pelanggaran dilakukan oleh pengendara yang tidak menggunakan sabuk keselamatan saat berkendara.

“Untuk pelanggaran yang kasat mata, langsung kami tindak. Karena ini sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan,” tambahnya.

AKP Ali juga menyebut bahwa pelajar dan pekerja menjadi kelompok pengendara yang paling banyak terjaring dalam operasi kali ini. Operasi Zebra Semeru 2025 mengedepankan pendekatan edukatif dan preventif, namun penindakan tetap dilakukan bagi pelanggaran yang membahayakan.

“Penindakan kami fokuskan pada pelanggaran kasat mata dan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan,” jelasnya.

Sejumlah titik rawan pelanggaran yang menjadi fokus penindakan berada di kawasan Jalan Raya Waru, Taman, dan Sidoarjo Kota. Melalui operasi ini, masyarakat diimbau untuk lebih patuh terhadap aturan berlalu lintas.

“Tetap patuhi rambu-rambu serta peraturan lalu lintas, utamakan keselamatan,” pungkas AKP Ali. (rif)

Example 300250
Example 120x600
error: Nice Try :)