Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Politik Pemerintahan

Satpolairud Polresta Sidoarjo Siapkan Personel dan Peralatan Hadapi Potensi Bencana Musim Hujan

×

Satpolairud Polresta Sidoarjo Siapkan Personel dan Peralatan Hadapi Potensi Bencana Musim Hujan

Share this article
IMG 20251106 WA0069
Example 468x60

Sidoarjo – Memasuki akhir tahun, cuaca ekstrem mulai mengintai sejumlah wilayah di Kabupaten Sidoarjo. Menyikapi hal tersebut, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Sidoarjo memperketat kesiapsiagaan dengan menyiapkan armada dan personel untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Dua perahu karet dan satu unit mobil operasional telah disiagakan guna mengantisipasi terjadinya banjir rob, puting beliung, maupun luapan air sungai yang berpotensi melanda wilayah pesisir Sidoarjo. Upaya ini menjadi bagian dari langkah antisipatif menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi terjadi antara November 2025 hingga Januari 2026.

Example 300x600

Kasat Polairud Polresta Sidoarjo, AKP Imam Yuwono, mengatakan pihaknya juga telah menyiapkan tujuh personel khusus yang memiliki kemampuan dalam penanganan bencana perairan dan evakuasi korban. Para anggota tersebut siap diterjunkan kapan saja jika terjadi situasi darurat di lapangan.

“Kami menyiapkan anggota khusus dari Satpolairud, sebanyak tujuh anggota yang siap melaksanakan kegiatan apabila ada bencana hidrometeorologi di Sidoarjo,” ujar AKP Imam, Kamis (06/11/2025).

Menurut Imam, hingga awal November belum ada laporan mengenai kondisi cuaca ekstrem di wilayah pesisir. Namun, pihaknya tetap mewaspadai potensi banjir rob, terutama pada awal Desember saat curah hujan tinggi bersamaan dengan fase bulan purnama.

“Untuk wilayah pesisir sementara masih belum ada, karena bulan ini relatif aman. Namun awal-awal bulan Desember kemungkinan ada banjir rob,” jelasnya.

Ia menuturkan, banjir rob kerap terjadi ketika air laut pasang berbarengan dengan dibukanya pintu air dari wilayah Mojokerto. Kondisi tersebut menyebabkan air mengalir deras menuju muara dan meluap ke area tambak serta pemukiman warga, terutama di kawasan Porong, Sedati, hingga Jabon.

“Puncak musim hujan dan bulan purnama biasanya menimbulkan banjir rob. Di wilayah pesisir itu air bisa sampai ke darat,” ungkap Imam.

Dalam menghadapi potensi bencana tersebut, Satpolairud Polresta Sidoarjo juga menjalin koordinasi dengan BPBD Sidoarjo, Pemkab Sidoarjo, serta Basarnas. Kolaborasi ini dilakukan untuk memperkuat sistem peringatan dini, patroli bersama, dan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem.

“Kami berkoordinasi dengan BPBD dan Pemkab serta memberitahu para nelayan agar tidak melaut bila kondisi cuaca ekstrem,” tandasnya.

Berdasarkan data BMKG, sekitar 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan. Puncaknya diperkirakan berlangsung hingga Januari 2026, dengan fenomena La Nina yang dapat meningkatkan curah hujan hingga Februari mendatang. Imam berharap masyarakat, terutama di kawasan pesisir dan rawan banjir seperti Tanggulangin, tetap waspada namun tidak panik menghadapi datangnya musim hujan tahun ini. (rif)

Example 300250
Example 120x600
error: Nice Try :)