Sidoarjo – Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sidoarjo, M Mahmud, melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada proyek betonisasi jalan Bringinbendo–Sidodadi, Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (27/11/2025) siang. Sidak dilakukan untuk memastikan progres pekerjaan sesuai target dan tidak melewati batas waktu kontrak yang telah ditentukan.
Proyek betonisasi yang dikerjakan CV Berkah Hela Abadi, dan menelan anggaran sekitar Rp 10 miliar dengan panjang 2.225 meter tersebut saat ini sudah memasuki masa krusial penyelesaian. Selain mengecek progres pengecoran jalan, Mahmud juga meninjau pelaksanaan peninggian Jembatan Bringin Kulon, yang menjadi bagian penting dari paket pekerjaan konstruksi.
Dalam kunjungannya, Mahmud tampak didampingi Kepala Desa Bringinbendo, H. Sholeh Dwi Cahyono, serta perangkat desa. Rombongan bergerak menyusuri titik pekerjaan dan kemudian melanjutkan peninjauan ke Rumah Pompa Bringinbendo 1 dan Bringinbendo 2 untuk memastikan kesiapan sarana pengendalian banjir jelang musim penghujan.

Saat diwawancara awak media I-Todays terkait ancaman molornya penyelesaian proyek yang harus rampung pada 18 Desember 2025, Mahmud menegaskan telah memberikan teguran langsung kepada pihak pelaksana dan konsultan. “Tadi sudah saya tegur kontraktor pelaksana dan konsultan untuk bisa menyelesaikan pengerjaan tepat waktu, mengingat sudah mendekati deadline akhir, sedangkan peninggian jembatan belum dilakukan sama sekali,” ujar Mahmud.
Berdasarkan pantauan di lokasi peninggian jembatan, belum terlihat adanya proses pembongkaran struktur lama. Hanya terlihat tumpukan tiang pancang yang baru tiba beberapa saat sebelum sidak berlangsung, sehingga memunculkan kekhawatiran terkait percepatan eksekusi lapangan.
Mahmud menegaskan pentingnya percepatan tenaga kerja sebagai upaya mengejar ketertinggalan waktu. Ia tidak segan memberikan teguran keras jika pekerjaan dianggap tidak menunjukkan perkembangan signifikan. “Kalau memang tenaga kerja dirasa kurang, seharusnya ditambah lagi supaya pengerjaan bisa selesai tepat waktu,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bringinbendo H. Sholeh Dwi Cahyono menyampaikan bahwa pihak kontraktor berjanji akan mulai melakukan pembongkaran jembatan besok. “Pihak pelaksana tadi mengatakan bahwa besok jembatan akan mulai dibongkar,” ujarnya singkat.
Usai meninjau proyek betonisasi, Mahmud kemudian melanjutkan sidak ke dua rumah pompa di wilayah Bringinbendo. Pemeriksaan dilakukan karena keberadaan pompa air sangat krusial dalam penanganan banjir yang kerap melanda kawasan Bringinbendo, Sidodadi, Trosobo, Kramat Jegu, Tanjungsari, hingga Pertapan.
Dalam sidak tersebut, Mahmud kembali memberikan teguran kepada penjaga Rumah Pompa Bringinbendo 1 setelah mengetahui bahwa stok bahan bakar solar hampir habis. Penjaga pompa beralasan sudah melakukan pemesanan namun belum dikirim oleh pihak penyedia.
Mahmud berharap agar seluruh operator rumah pompa menjalankan SOP dengan ketat dan memastikan kesiapan penuh sebelum intensitas hujan meningkat. “Saya minta SOP dijalankan. Pompa harus dihidupkan saat debit air sudah mencapai batas tertentu, agar banjir tidak sampai terjadi di wilayah seputaran Bringinbendo dan sekitarnya,” tutupnya. (rif)












