Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Upaya Penanganan Dampak Erupsi Gunung Semeru Terus Dilakukan Tim SAR Gabungan

×

Upaya Penanganan Dampak Erupsi Gunung Semeru Terus Dilakukan Tim SAR Gabungan

Share this article
IMG 20251120 WA0056
Example 468x60

Lumajang, I-Todays.com — Upaya penanganan dampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang terus dilakukan tim SAR gabungan sejak Rabu (19/11/2025) malam hingga Kamis dini hari. Respons cepat dan koordinasi lintas instansi menjadi fokus utama dalam memastikan keselamatan warga serta penanganan para pendaki dan korban terdampak.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., menjelaskan bahwa satu tim rescue Pos SAR Jember langsung dikerahkan sesaat setelah kejadian sebagai tim aju untuk berkoordinasi, melakukan pemantauan, hingga mengevakuasi warga yang terdampak.

Example 300x600

“Malam harinya, satu tim rescue dari Pos SAR Jember kembali dikerahkan ke Lumajang guna dukungan personel dan peralatan pendukung,” ujar Nanang.

Sekitar pukul 23.00 WIB, tim rescue Pos SAR Jember melakukan koordinasi dengan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Pos Pendakian Ranupani. Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan kondisi 187 pendaki yang masih berada di area perkemahan Ranu Kumbolo.

Data TNBTS mencatat para pendaki tersebut terdiri dari:

129 pendaki, 1 petugas, 2 SAVER, 24 PPGST, 25 porter, serta 6 orang dari Kementerian Pariwisata.

Pada Kamis (20/11/2025) pukul 01.05 WIB, tim rescue kedua Pos SAR Jember bergerak ke wilayah Candipuro untuk berkoordinasi dengan BPBD Lumajang dan unsur SAR lainnya terkait upaya evakuasi warga Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo bernama Dimas (50) yang mengalami luka bakar.

Koordinator Pos SAR Jember, Prahista Dian, menyebutkan bahwa korban lebih dahulu dievakuasi oleh warga dan relawan desa. Tim SAR gabungan kemudian melakukan evakuasi estafet hingga korban berhasil dibawa ke titik temu pada pukul 02.40 WIB. Dimas kemudian dirujuk ke Puskesmas Pasirian untuk mendapat perawatan medis lanjutan.

Sementara itu, data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan kolom abu erupsi mencapai 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke utara dan barat laut. Erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik.

Akibat erupsi ini, tercatat tiga korban mengalami luka bakar, yakni:

Normawati (42) – luka bakar grade 2

Hariyono (49) – luka bakar grade 2

Dimas (50) – luka bakar grade 1

Kedua korban luka bakar grade 2 terluka saat melintas di Jembatan Curah Kobokan dan kini dirawat di RSUD Haryoto Lumajang.

BPBD Kabupaten Lumajang melaporkan dua kecamatan terdampak, yaitu Pronojiwo dan Candipuro, dengan jumlah pengungsi mencapai 956 jiwa, dan pendataan masih dilakukan.

Para pengungsi tersebar di beberapa titik, di antaranya:

SD 04 Supiturang

Balai Desa Oro-oro Ombo

Masjid Ar-Rahman

SD Sumberurip 02

Rumah Kepala Desa Sumbernujur

Kantor Kecamatan Candipuro

Penanganan erupsi Semeru melibatkan banyak pihak, termasuk PVMBG, PPGA Gunung Sawur, BPBD Lumajang, Kantor SAR Kelas A Surabaya, Pos SAR Jember, TNI–Polri, Lumajang Rescue, Vapor Ambulance Rescue, pemerintah desa, serta berbagai relawan.

PVMBG mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat untuk:

1. Tidak beraktivitas di sepanjang Besuk Kobokan sektor tenggara hingga radius 20 km dari puncak.

2. Tidak berada dalam radius 8 km dari kawah karena berbahaya akibat lontaran material pijar.

3. Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

(Redaksi: Devi)

Example 300250
Example 120x600
error: Nice Try :)