Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Hukrim

Warga Trosobo Geram Hadang Konvoi Diduga Pesilat Bersenjata, Lima Remaja Babak Belur dan Diamankan

×

Warga Trosobo Geram Hadang Konvoi Diduga Pesilat Bersenjata, Lima Remaja Babak Belur dan Diamankan

Share this article
IMG 20251109 WA0148
Example 468x60

Sidoarjo – Suasana dini hari di Desa Trosobo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, mendadak mencekam. Warga setempat dikejutkan oleh aksi sekelompok remaja yang melakukan konvoi menggunakan sepeda motor sambil membawa senjata tajam, Minggu (09/11/2025) sekitar pukul 04.00 WIB. Aksi nekat itu diduga dilakukan oleh kelompok dari salah satu perguruan silat yang tengah merayakan ulang tahun rekan mereka.

Menurut keterangan warga, para remaja tersebut melintas di sepanjang Jalan Raya Trosobo sambil berteriak dan mengacungkan celurit. Suasana menjadi gaduh hingga membuat warga keluar rumah karena takut terjadi bentrokan. Beberapa warga kemudian mencoba menghadang kelompok tersebut di depan Masjid An-Nur, Desa Trosobo.

Example 300x600

Namun, bukannya berhenti, kelompok yang diduga pesilat itu justru bertindak agresif. Mereka memacu motor sambil berteriak dan mengancam dengan senjata tajam. Ketegangan pun meningkat, hingga akhirnya situasi tak terkendali dan berujung pada kericuhan antara warga dan kelompok pesilat tersebut.

Salah seorang warga, Handoko, mengungkapkan bahwa keributan bermula saat kelompok itu berulang kali melintas di jalan yang sama. “Mereka lewat sambil mengacung-acungkan celurit, jumlahnya banyak, sekitar 40 orang lebih. Warga langsung keluar karena takut terjadi keributan,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga yang merasa terganggu akhirnya nekat menghadang di depan masjid. “Begitu dihadang, mereka langsung kocar-kacir. Beberapa berhasil kabur, tapi lima orang tertangkap warga,” tambahnya.

Kelima pemuda yang berhasil diamankan warga masing-masing berinisial FSD (22), NAS (17), MGA (16), N (18), dan H (18). Beberapa di antaranya mengalami luka akibat sempat menjadi sasaran amuk massa sebelum akhirnya diamankan oleh petugas kepolisian yang datang ke lokasi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kelompok remaja tersebut awalnya berkumpul di Jalan Akses Puspa Agro, Desa Kletek, Kecamatan Taman. Mereka menggelar pertemuan (kopdar) untuk merayakan ulang tahun salah satu anggotanya. Suasana perayaan diduga diwarnai dengan pesta minuman keras jenis arak Bali.

Setelah pesta berlangsung hingga dini hari, sekitar pukul 02.30 WIB, kelompok tersebut memutuskan untuk melakukan konvoi di sepanjang Jalan Raya Trosobo. Mereka berkeliling secara berulang dari arah barat ke timur sambil berboncengan dan memamerkan celurit yang mereka bawa.

Tak hanya menakuti warga, para pelaku juga menggeber motor mereka dan berteriak keras di jalanan. Aksi ugal-ugalan itu menimbulkan kepanikan hingga warga bersama sejumlah pemuda desa berinisiatif untuk menghentikan mereka agar tidak menimbulkan korban.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Taman, AKP Hajir Sujalmo, S.H., membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan lima orang remaja yang diserahkan langsung oleh warga. “Benar. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk memastikan keterlibatan mereka,” ujarnya.

Dari lokasi kejadian, polisi turut mengamankan dua unit sepeda motor Honda Vario yang diduga digunakan saat konvoi. Selain itu, sejumlah barang bukti lain juga diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Beberapa remaja yang mengalami luka akibat diamuk massa telah dievakuasi ke Rumah Sakit Siti Khodijah, Sepanjang.

AKP Hajir menegaskan, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah awal penanganan kasus, termasuk permintaan visum et repertum (VER) terhadap para korban dan pemeriksaan terhadap seluruh pelaku. “Kami masih dalami motif dan kemungkinan adanya keterlibatan anggota lain. Langkah penegakan hukum akan kami tempuh sesuai prosedur,” tegasnya.

Insiden ini menjadi perhatian serius masyarakat sekitar. Warga berharap kejadian serupa tidak terulang dan pihak kepolisian dapat menindak tegas aksi konvoi yang meresahkan tersebut. “Kami tidak ingin ada kejadian seperti ini lagi. Malam itu benar-benar menakutkan,” pungkas Handoko. (rif)

Example 300250
Example 120x600
error: Nice Try :)