Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Politik Pemerintahan

Proyek Jembatan Trosobo Molor dan Abaikan K3: Macet Parah, Pengendara Terancam

×

Proyek Jembatan Trosobo Molor dan Abaikan K3: Macet Parah, Pengendara Terancam

Share this article
20251127 125056
Tampak kemacetan arus lalu lintas dan galian pelebaran jembatan yang belum terpasang U Ditch dan bisa dipastikan proyek akan molor dari deadline kontrak
Example 468x60

Sidoarjo – Proyek pelebaran jembatan sisi utara (Arah Surabaya) di Jalan Raya Trosobo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, bisa dipastikan tidak selesai tepat waktu. Hingga Kamis siang (27/11/2025), progres pekerjaan masih berkutat pada pemasangan saluran U-Ditch dan penggalian, jauh dari tahap finishing sebagaimana mestinya.

Berdasarkan kontrak kerja, proyek tersebut memiliki batas akhir penyelesaian pada tanggal 28 November 2025, atau tepat pada hari Jumat besok. Namun kondisi di lapangan menunjukkan bahwa penyelesaian sesuai waktu yang ditentukan hampir mustahil dapat dicapai.

Example 300x600

Pantauan awak media I-Todays di lokasi proyek, Kamis siang, terlihat sejumlah pekerja masih melakukan penggalian saluran dan penataan U-Ditch pada sisi utara jembatan. Sementara bagian struktur utama jembatan belum menunjukkan tanda-tanda pengerjaan akhir.

  • 20251127 125655
    Lokasi proyek sisi Barat tampak tidak ada papan atau seng penutup proyek dan hanya dibatasi dengan tali plastik, mengesampingkan K3 sebagai bentuk pelanggaran standart wajib dalam pelaksanaan proyek

Ketidakmampuan penyelesaian tepat waktu ini berdampak langsung pada arus lalu lintas di kawasan tersebut. Kemacetan panjang hampir setiap hari terjadi, baik siang maupun malam, dengan antrean kendaraan mencapai sekitar 1,5 kilometer. Kondisi tersebut dikeluhkan para pengguna jalan yang mengalami peningkatan waktu tempuh dan pemborosan bahan bakar.

Keluhan serupa disampaikan Mudzakir, seorang sopir bus AKDP yang setiap hari melintasi jalur Trosobo. Ia mengatakan kemacetan yang terus terjadi membuat biaya operasional meningkat dan mengurangi setoran pendapatan.

“Kemacetan di sekitar proyek ini hampir terjadi setiap hari. Kita harus tambah BBM, waktu tempuh semakin lama, dan jelas sangat merugikan. Penghasilan berkurang karena perjalanan jadi molor,” ujar Mudzakir saat ditemui di terminal pemberhentian sementara.

Selain soal keterlambatan pekerjaan, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lokasi proyek juga dikeluhkan para pengendara, terutama pengendara roda dua. Pada bagian barat lokasi, tidak terlihat adanya penutup proyek berupa papan atau seng, melainkan hanya tali plastik sebagai pembatas area pekerjaan.

Beberapa hari lalu bahkan sempat terjadi insiden kecelakaan tunggal yang menimpa pengendara motor pada malam hari. Minimnya penerangan serta pembatas area yang hanya berupa tali plastik membuat pengendara tersebut terjatuh, beruntung hanya mengalami luka ringan. Namun warga khawatir jika tidak segera dibenahi, bisa berakibat fatal.

Tidak adanya papan penutup pelindung proyek pada area galian merupakan bentuk pelanggaran prosedur yang seharusnya menjadi standar wajib dalam pengerjaan konstruksi jalan demi keamanan pengguna jalan.

Di sisi lain, jembatan bagian selatan yang baru saja selesai pengerjaannya beberapa minggu lalu juga sudah menunjukan kerusakan. Terlihat beberapa bagian sisi jembatan mengalami ambles sehingga mengganggu kenyamanan pengendara, khususnya roda dua.

Agung, mandor pelaksana proyek dari PT Barokah Abadi, ketika dikonfirmasi awak media I-Todays melalui aplikasi WhatsApp, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan jawaban, meski pesan terlihat sudah terkirim ditandai dengan centang dua. (rif)

Example 300250
Example 120x600
error: Nice Try :)