Trenggalek, I- Todays.com — Setelah dinyatakan hilang selama hampir dua pekan, seorang nenek bernama Mbah Wagini (86) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan tebing Gunung Manik Oro, Minggu (29/03).
Penemuan jenazah bermula dari laporan seorang warga yang tengah mencari rumput di sekitar lokasi. Warga tersebut mencium bau menyengat dan kemudian menelusuri sumbernya hingga menemukan sesosok jenazah. Temuan itu langsung dilaporkan kepada aparat kepolisian dan tim SAR.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P. H., menjelaskan bahwa pihaknya segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengerahkan tim gabungan ke lokasi.
“Informasi kami dapat dari warga yang mencium bau menyengat, lalu menemukan jenazah dan melaporkannya ke petugas,” ujarnya.
Setelah dilakukan proses identifikasi, jenazah dipastikan merupakan Mbah Wagini, warga yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan hutan Desa Ngadimulyo sejak Rabu (18/03). Lokasi penemuan diketahui berjarak sekitar 15 kilometer dari titik awal hilangnya korban.
Sebelumnya, tim SAR gabungan telah melakukan operasi pencarian selama tujuh hari, namun korban tidak berhasil ditemukan hingga operasi dihentikan.
Proses evakuasi jenazah berlangsung cukup sulit karena medan yang terjal dan lokasi yang jauh dari akses jalan kendaraan. Tim harus menggunakan peralatan tali dan memilih jalur paling aman untuk mengevakuasi korban dari tebing.
Setelah berhasil dievakuasi sekitar pukul 17.30 WIB, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Dr. Soedomo Trenggalek untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Keberhasilan evakuasi ini merupakan hasil kerja sama berbagai unsur, mulai dari Basarnas melalui Pos SAR Trenggalek, BPBD, TNI-Polri, pemerintah desa setempat, hingga masyarakat sekitar.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi warga lanjut usia yang beraktivitas di area hutan atau wilayah dengan medan berbahaya.
(Redaksi: Devi)












