Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Pria 21 Tahun Tewas Diduga Bunuh Diri, Lompat dari Lantai 20 Hotel di Surabaya

×

Pria 21 Tahun Tewas Diduga Bunuh Diri, Lompat dari Lantai 20 Hotel di Surabaya

Share this article
IMG 20260508 WA0002
Example 468x60

Surabaya, I- Todays.com – Seorang pria berinisial R.O. (21) ditemukan meninggal dunia setelah diduga melompat dari lantai 20 sebuah hotel di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Sabtu (2/5/2026) malam.

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di sebuah hotel yang berada di Kelurahan Embong Kaliasin. Korban diketahui merupakan warga asal Sukorejo, Saradan, Kabupaten Madiun.

Example 300x600

Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat berada di area kafe lantai 20 sebelum kejadian. Sekitar pukul 21.43 WIB, korban datang ke lokasi dan memesan makanan berupa Fruit Garden Salad. Ia kemudian duduk di area teras kafe.

Lima menit setelah pesanan diantar, saksi yang merupakan seorang pramusaji melihat korban masih berada di tempat sambil menikmati makanannya. Namun tak lama berselang, seorang petugas keamanan hotel mendengar suara benda jatuh dari arah luar gedung.

Petugas tersebut langsung melakukan pengecekan ke area sekitar dan menemukan korban sudah tergeletak di area parkir lobi hotel dalam kondisi tidak bernyawa. Kejadian itu segera dilaporkan kepada manajemen hotel.

Pihak hotel kemudian menghubungi layanan darurat 112 serta melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Genteng. Petugas kepolisian bersama tim Inafis Polrestabes Surabaya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga kuat korban meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 20. Meski demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil visum luar dan autopsi.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk menjalani proses visum.

Kanit Reskrim Polsek Genteng, Iptu Vian Wijaya, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima keterangan dari keluarga korban terkait riwayat kondisi kejiwaan yang dialami korban.

“Berdasarkan keterangan keluarga, pada Oktober 2025 korban sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Bangli, Bali selama kurang lebih satu bulan,” ungkap Iptu Vian.

Ia menambahkan, setelah menjalani perawatan, korban sempat ditempatkan di sebuah pondok pesantren di wilayah Ponorogo. Namun dalam waktu sekitar tiga bulan, korban meninggalkan lokasi tersebut dan tidak diketahui keberadaannya.

“Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa sesuai hasil diagnosis dari RSJ Bangli, korban mengalami gangguan kejiwaan jenis Bipolar Affective Disorder,” lanjutnya.

Menurutnya, keluarga sempat mendapatkan informasi bahwa korban berada di Surabaya dan bekerja di kota tersebut, namun tidak mengetahui secara pasti lokasi pekerjaan maupun tempat tinggalnya karena komunikasi telah terputus.

“Kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut, termasuk menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab pasti kematian korban,” tegasnya.

Saat ini, jenazah korban tengah dalam proses pemulangan ke rumah duka. Polisi juga terus mengumpulkan keterangan tambahan guna melengkapi proses penyelidikan.

(Jerry)

Example 300250
Example 120x600
error: Nice Try :)