Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Pagelaran Seni Balai Pemuda Membludak, Dewan Kesenian Surabaya Tegaskan Dukungan Seniman Masih Solid

×

Pagelaran Seni Balai Pemuda Membludak, Dewan Kesenian Surabaya Tegaskan Dukungan Seniman Masih Solid

Share this article
IMG 20260510 WA0000
Example 468x60

SURABAYA, I- Todays.com – Gelombang perlawanan terhadap kebijakan pengosongan Kantor Dewan Kesenian Surabaya (DKS) terus menguat. Sabtu malam (09/05/2026), puluhan hingga ratusan seniman Kota Surabaya berkumpul di Balai Pemuda untuk menggelar doa bersama dan pagelaran seni sebagai bentuk solidaritas mempertahankan keberadaan DKS.

Kegiatan yang berlangsung ba’da Magrib itu berlangsung meriah dan penuh nuansa perlawanan budaya. Satu per satu seniman dan seniwati Surabaya tampil membawakan berbagai karya seni, mulai dari kidung Jawa, seni gerak tubuh, aksi teatrikal, hingga penampilan musik modern yang menghidupkan suasana malam di kawasan Balai Pemuda.

Example 300x600

Aksi simbolik pun dilakukan di penghujung acara. Para seniman memasang spanduk bertuliskan “Gedung Ini Sedang Dalam Pengawasan Para Seniman Surabaya” sebagai bentuk penegasan sikap atas polemik pengosongan Kantor DKS oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Koordinator pagelaran seni, Taufik Monyong, menegaskan bahwa pemasangan spanduk tersebut merupakan bentuk protes langsung terhadap langkah pengosongan kantor Dewan Kesenian Surabaya yang sebelumnya dilakukan Satpol PP.

“Kalau kemarin aksi segel kantor DKS dilakukan secara sewenang-wenang oleh Satpol PP, sekarang ganti kami para seniman Surabaya yang mengawasi Gedung Balai Pemuda,” tegas Monyong di hadapan awak media.

Menurutnya, gerakan para seniman ini menjadi simbol bahwa ruang kebudayaan tidak bisa dipisahkan begitu saja dari para pelaku seni yang selama ini menghidupkan ekosistem budaya Kota Surabaya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Surabaya, Chrisman Hadi, menyebut pagelaran seni tersebut menjadi bukti nyata bahwa legitimasi DKS masih kuat dan mendapat dukungan luas dari kalangan seniman Surabaya.

“Publik bisa menilai sendiri, kemarin rapat konsolidasi dihadiri ratusan seniman, sekarang jumlah seniman yang menghadiri pagelaran seni juga sama banyaknya,” ujar Chrisman.

Chrisman juga mempertanyakan legitimasi Dewan Kebudayaan Kota Surabaya yang disebut sebagai bentukan Pemerintah Kota Surabaya. Ia menilai dukungan nyata dari komunitas seni menjadi ukuran utama legitimasi sebuah lembaga kebudayaan.

“Sekarang saya balik tanya ke teman-teman, yang katanya Pemkot bikin Dewan Kebudayaan Kota Surabaya, apakah mereka dapat dukungan dari seniman Surabaya sebanyak kami ini,” terang Chrisman Hadi.

Pagelaran seni tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa konflik kebudayaan di Surabaya belum mereda. Para seniman menyatakan akan terus mengawal keberadaan Dewan Kesenian Surabaya dan mempertahankan ruang berkesenian yang selama ini menjadi bagian penting perjalanan budaya Kota Pahlawan.

(Redaksi)

Example 300250
Example 120x600
error: Nice Try :)