SURABAYA, I – Todays.com – Proyek Kelompok Masyarakat (Pokmas) berupa pemasangan saluran drainase U-Ditch dan paving di kawasan Jalan Bogorami Selatan 5–6 RT 07 RW 03 menjadi sorotan warga. Proyek yang seharusnya menjadi solusi untuk mengatasi banjir itu justru menuai protes keras lantaran diduga dikerjakan asal-asalan dan ditemukan sejumlah kerusakan fisik sebelum pekerjaan selesai.
Berdasarkan pantauan di lokasi, beberapa unit beton U-Ditch tampak mengalami keretakan serius pada bagian dinding saluran. Kerusakan tersebut diduga terjadi akibat proses pelubangan paksa yang dilakukan secara manual untuk jalur pembuangan limbah rumah tangga warga.
Warga menilai metode pengerjaan tersebut sangat disayangkan karena dapat mengurangi kekuatan struktur beton yang seharusnya menjadi penopang utama saluran drainase.
“Beton U-Ditch yang seharusnya kokoh malah sengaja dilubangi dengan cara dipukul kasar sampai retak-retak. Kalau strukturnya sudah cacat, air pasti akan merembes ke pondasi jalan dan memicu kerusakan lebih besar,” ungkap salah satu warga di sekitar lokasi proyek.
Tak hanya saluran drainase, kualitas pemasangan paving di area tersebut juga dikeluhkan. Permukaan paving disebut tidak rata dan terlihat bergelombang sehingga dinilai berpotensi cepat rusak.
Warga menduga pengerjaan proyek dilakukan secara terburu-buru tanpa memperhatikan standar kualitas pemasangan U-Ditch maupun paving yang benar. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa proyek yang menggunakan dana pemerintah itu tidak akan bertahan lama.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Lurah setempat, Anang Wahyudi, memberikan jawaban singkat.
“Silakan langsung ke lokasi saja, temui pengawas di lapangan. Saya lagi sakit,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.
Jawaban tersebut dinilai sebagian warga tidak memberikan solusi konkret. Pasalnya, pihak kelurahan dianggap memiliki tanggung jawab dalam fungsi pengawasan terhadap penggunaan dana kelurahan yang dikelola oleh Pokmas.
Warga juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik dalam pelaksanaan proyek yang bersumber dari anggaran negara. Mereka meminta seluruh proses pengerjaan dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya.
Selain itu, warga mendesak Inspektorat maupun dinas terkait untuk segera turun melakukan audit lapangan sebelum proses serah terima pekerjaan dilakukan. Langkah itu dianggap penting guna memastikan proyek drainase dan paving tersebut sesuai spesifikasi teknis serta tidak merugikan masyarakat di kemudian hari.
(Jerry)












