Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Proyek Box Culvert Rp708 Juta di Kalilom Lor Disorot, Dipasang Dalam Genangan Air dan Urugan Lumpur Bercampur Sampah

×

Proyek Box Culvert Rp708 Juta di Kalilom Lor Disorot, Dipasang Dalam Genangan Air dan Urugan Lumpur Bercampur Sampah

Share this article
IMG 20260511 WA0001
Example 468x60

Surabaya,I- Todays.com – Pelaksanaan proyek pembangunan saluran beton box culvert cover dua sisi ukuran 40/60 dan jalan paving lebar 3 meter di Jalan Kalilom Lor Indah Gang Melati II, RT 02 RW 10, Surabaya, menjadi sorotan publik. Proyek senilai Rp708.218.205 yang bersumber dari TA APBD Kota Surabaya 2026 itu diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis konstruksi di lapangan.

Proyek yang berada di bawah Satuan Kerja (Satker) Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Pemkot Surabaya tersebut dikerjakan oleh CV Hagrabh Lintas Persada dengan pengawasan CV Multi Karya Persada Konsultan sejak awal Mei 2026.

Example 300x600

Berdasarkan pantauan di lokasi proyek, pemasangan box culvert precast ukuran 40/60 dilakukan saat kondisi dasar galian masih dipenuhi genangan air tanah. Namun, kontraktor tetap melanjutkan pemasangan tanpa terlihat adanya proses penyedotan atau pemompaan air dari dasar galian.

Kondisi itu memunculkan dugaan bahwa pekerjaan tidak melalui tahapan teknis sebagaimana lazim diterapkan dalam proyek saluran beton, termasuk pelaksanaan lantai kerja rabbat beton yang berfungsi menjaga kestabilan dasar saluran dan elevasi pemasangan precast.

Meski area kerja tergenang air, unit box culvert tetap dipasang begitu saja. Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait kualitas dudukan beton pracetak yang dipasang tanpa kondisi dasar yang stabil dan kering.

Selain persoalan genangan air, elevasi kemiringan saluran yang seharusnya menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran aliran air juga dinilai tidak tampak diterapkan secara maksimal di lapangan. Pengukuran kedalaman maupun arah kemiringan saluran tidak terlihat dilakukan secara jelas selama pekerjaan berlangsung.

Sorotan juga muncul pada pekerjaan urug kembali di sisi kanan dan kiri box culvert. Material urug yang digunakan diduga hanya berupa tanah lumpur bercampur sampah hasil galian proyek, bukan material urug pilihan sebagaimana umumnya dipersyaratkan dalam spesifikasi konstruksi.

“Kondisi lubang masih penuh air, tetapi box culvert tetap dipasang. Urugan samping juga hanya tanah bercampur lumpur dan sampah,” ujar seorang pengawas lapangan yang akrab disapa Pak Gandih kepada awak media.

Kondisi pekerjaan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan persoalan kualitas konstruksi apabila tetap dilanjutkan tanpa pengawasan teknis ketat sesuai gambar bestek, Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan Bill of Quantity (BoQ) proyek.

Sejumlah pihak pun mempertanyakan fungsi pengawasan proyek pemerintah tersebut. Pasalnya, setiap item pekerjaan dalam kontrak proyek pemerintah telah diatur secara rinci, mulai metode pelaksanaan, spesifikasi material, volume pekerjaan hingga mekanisme pengendalian mutu.

Hingga berita ini diturunkan, pihak DSDABM Pemkot Surabaya belum memberikan keterangan resmi terkait metode pemasangan box culvert dalam kondisi tergenang air maupun penggunaan material urug bercampur lumpur dan sampah tersebut. Publik pun menanti penjelasan apakah pekerjaan itu dinyatakan sesuai spesifikasi teknis dan layak dibayarkan menggunakan anggaran negara.

(Jerry)

Example 300250
Example 120x600
error: Nice Try :)