Example floating
Example floating
Berita

Dari Kejaran Rentenir ke Arena Final PFL 2026, Kisah Inspiratif Nasabah PNM Mekaar Yogyakarta Menembus Event Nasional

7
×

Dari Kejaran Rentenir ke Arena Final PFL 2026, Kisah Inspiratif Nasabah PNM Mekaar Yogyakarta Menembus Event Nasional

Share this article
IMG 20260623 WA0030

YOGYAKARTA, I- Todays.com – Grand Final Pro Futsal League (PFL) 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi para atlet futsal terbaik Indonesia, tetapi juga menghadirkan kisah inspiratif dari pelaku usaha ultra mikro yang berhasil bangkit dari tekanan ekonomi. Sebanyak 20 nasabah PNM Mekaar mendapatkan kesempatan berharga untuk berjualan langsung di area penyelenggaraan Grand Final PFL 2026.

Kehadiran PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai sponsor utama ajang bergengsi tersebut bukan sekadar bentuk dukungan terhadap perkembangan olahraga nasional. Lebih dari itu, PNM membuka ruang bagi para pelaku usaha ultra mikro untuk memperluas pasar, menambah pengalaman usaha, serta merasakan langsung potensi ekonomi yang tercipta dari sebuah event berskala nasional.

Kesempatan seperti ini menjadi sangat berarti bagi para pengusaha ultra mikro yang selama ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan akses permodalan. Tidak sedikit masyarakat prasejahtera yang akhirnya terjebak dalam pinjaman rentenir karena kebutuhan ekonomi yang mendesak.

Kemudahan proses pinjaman yang ditawarkan rentenir sering kali berujung pada beban berat berupa bunga tinggi, tagihan harian, serta tekanan psikologis yang berkepanjangan. Kondisi tersebut membuat banyak pelaku usaha kecil kesulitan mengembangkan usahanya karena sebagian besar pendapatan habis untuk membayar cicilan.

Karena itu, akses pembiayaan yang aman, terjangkau, dan disertai pendampingan menjadi faktor penting dalam membantu masyarakat membangun kemandirian ekonomi serta keluar dari lingkaran utang.

Salah satu nasabah yang merasakan manfaat tersebut adalah Iin Sutiyani. Perempuan tangguh ini menjadi salah satu dari 20 nasabah PNM Mekaar yang mendapat kesempatan berjualan di Grand Final PFL 2026.

Menurut Iin, kehidupannya pernah berada dalam tekanan akibat beban pinjaman harian di tengah kondisi suami yang sakit dan usaha kecil yang menjadi satu-satunya sumber penghasilan keluarga.

“Dulu, setiap hari rasanya seperti dikejar waktu. Bukan hanya memikirkan dagangan harus laku, tetapi juga tagihan pinjaman harian yang terus datang. Dengan kondisi suami yang sakit dan usaha kecil sebagai tumpuan keluarga, tekanan itu membuat langkah saya terasa berat. Setelah bergabung dengan PNM Mekaar, saya perlahan bisa mendapatkan akses modal yang lebih aman dan menata usaha dengan lebih tenang. Sekarang, bisa berjualan di Grand Final PFL 2026 menjadi kebanggaan tersendiri, karena saya merasa usaha kecil seperti kami juga punya kesempatan untuk tumbuh dan dihargai,” ungkap Iin.

Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya sebatas memberikan akses pembiayaan, tetapi juga menghadirkan kesempatan yang lebih luas bagi pelaku usaha ultra mikro untuk berkembang.

“Bagi perempuan ultra mikro, modal bukan sekadar uang. Modal adalah kesempatan untuk bernapas lebih lega, berdiri lebih kuat, dan melanjutkan perjuangan dengan harapan baru. Ketika mereka diberi ruang untuk tumbuh, yang bergerak bukan hanya usahanya, tetapi juga keluarganya dan ekonomi di sekitarnya,” ujar Kindaris.

Melalui partisipasi 20 nasabah PNM Mekaar dalam Grand Final PFL 2026, PNM berharap semakin banyak pelaku usaha kecil yang mampu meningkatkan kapasitas usahanya, terbebas dari jerat rentenir, serta berkontribusi dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di Indonesia.

(Redaksi)

error: Nice Try :)