Surabaya, i-todays – DPRD Kota Surabaya mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar seluruh proyek infrastruktur yang dibiayai APBD 2026 diselesaikan tepat waktu tanpa mengabaikan aspek keselamatan kerja. Di sisi lain, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) menargetkan seluruh proyek pengendali banjir rampung paling lambat November 2026 sebagai langkah menghadapi musim penghujan.
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Bahtiyar Rifai, menegaskan seluruh pekerjaan fisik yang telah direncanakan dan dialokasikan anggarannya harus berjalan sesuai jadwal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, proyek strategis seperti pembangunan drainase, box culvert, hingga peningkatan infrastruktur jalan tidak boleh mengalami keterlambatan ataupun mangkrak karena akan berdampak langsung terhadap pelayanan publik.
“Semua yang sudah direncanakan dan dianggarkan harus dilaksanakan sesuai target sehingga hasil pembangunannya benar-benar dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Selain ketepatan waktu, Bahtiyar menyoroti pentingnya penerapan standar keselamatan kerja. Ia menilai evaluasi menyeluruh perlu dilakukan menyusul insiden kecelakaan di salah satu proyek box culvert yang sempat menjadi perhatian publik.
Karena itu, ia meminta Pemkot Surabaya memperketat pengawasan terhadap kontraktor maupun pelaksana proyek agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Keselamatan pekerja maupun pengguna jalan harus menjadi prioritas sehingga tidak ada lagi musibah seperti yang pernah terjadi beberapa waktu lalu,” katanya.
Bahtiyar juga mengapresiasi langkah Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang belakangan rutin melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah proyek pembangunan.
Menurutnya, sidak tersebut merupakan bentuk pengawasan langsung untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan perencanaan dan anggaran yang telah disepakati bersama DPRD.
Belakangan, Eri meninjau proyek box culvert di kawasan Margorejo, Panjang Jiwo, hingga Semolowaru Tengah. Selain itu, ia juga menertibkan parkir liar di sejumlah ruas jalan, seperti Pandegiling, Blauran, Embong Kaliasin, dan kawasan Tunjungan.
Bahtiyar berharap pola pengawasan tersebut tidak hanya dilakukan kepala daerah, tetapi juga menjadi budaya kerja seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
“Para kepala dinas juga harus memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengawal pelaksanaan proyek agar seluruh target pembangunan tercapai,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DSDABM Kota Surabaya, Hidayat Syah, mengatakan pembangunan infrastruktur pengendali banjir terus dipercepat di berbagai wilayah. Seluruh proyek ditargetkan selesai secara bertahap mulai September hingga November 2026.
Ia menjelaskan pekerjaan fisik telah dimulai sejak April dan Mei. Memasuki pertengahan tahun, pengerjaan difokuskan di sejumlah titik prioritas yang berpotensi mengalami genangan saat musim hujan.
“Kita selesaikan secara bertahap. Ada yang selesai September, Oktober, hingga November,” kata Hidayat.
Di wilayah Surabaya timur, proyek meliputi pembangunan saluran u-ditch dan rumah pompa di kawasan Nginden hingga Semolowaru, peningkatan kapasitas pompa Wonorejo 2, serta pembangunan rumah pompa dan box culvert di kawasan Tenggilis.
Menurut Hidayat, sistem drainase di Tenggilis nantinya akan terhubung langsung ke Sungai Jagir melalui jalur saluran baru agar aliran air lebih cepat terbuang saat hujan deras.
“Di Tenggilis kita bangun saluran dan rumah pompa. Outlet-nya langsung menuju Sungai Jagir sehingga diharapkan mampu mengurangi genangan,” jelasnya.
Pembangunan juga berlangsung di wilayah Surabaya barat melalui pemasangan box culvert di Tanjungsari, pembangunan bozem, rumah pompa Tambak Mayor, hingga penanganan kawasan Benowo.
Sedangkan di Surabaya selatan dan pusat, proyek difokuskan di Margorejo, Jalan Prof. Dr. Moestopo, Panjang Jiwo, Tenggilis, dan Jemursari guna memperkuat sistem drainase yang telah ada.
Pemkot Surabaya optimistis seluruh proyek tersebut mampu memperkuat jaringan drainase yang saling terintegrasi sehingga titik-titik rawan banjir dapat berkurang secara signifikan sebelum puncak musim penghujan tiba.






