Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Squash Dipastikan Tampil di PON 2028, PSI Jatim Percepat Pembinaan dan Penguatan Infrastruktur

×

Squash Dipastikan Tampil di PON 2028, PSI Jatim Percepat Pembinaan dan Penguatan Infrastruktur

Share this article
IMG 20260401 WA0001
Example 468x60

Surabaya, I- Todays.com – Kepastian cabang olahraga squash masuk dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028 disambut positif oleh Pengurus Provinsi Persatuan Squash Seluruh Indonesia (PSI) Jawa Timur. Momentum ini langsung direspons dengan percepatan program pembinaan atlet serta penguatan infrastruktur pendukung.

Masuknya squash ke PON 2028 tidak lepas dari statusnya yang kini resmi menjadi cabang olahraga Olimpiade Los Angeles 2028. Sebelumnya, squash sempat terancam tidak dipertandingkan karena belum memenuhi salah satu syarat utama, yakni berstatus sebagai cabang olahraga Olimpiade.

Example 300x600

Ketua PSI Jawa Timur, Syaiful Ma’arif, mengungkapkan bahwa kepastian tersebut diperoleh setelah pihaknya melakukan audiensi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.

“Alhamdulillah, hasil audiensi dengan KONI Pusat menyatakan bahwa pada PON XXII 2028, squash akan menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan,” ujarnya saat ditemui di Gedung KONI Jawa Timur, Surabaya.

Menyambut peluang ini, PSI Jawa Timur langsung menyusun langkah strategis guna meningkatkan prestasi. Salah satu fokus utama adalah menggelar berbagai kejuaraan sebagai ajang penjaringan atlet potensial. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari regenerasi atlet, di samping mempertahankan dua atlet peraih medali perak pada PON XXI 2024 di Sumatera Utara.

Tak hanya pembinaan atlet, PSI Jatim juga menaruh perhatian besar pada ketersediaan infrastruktur. Selama ini, keterbatasan lapangan menjadi salah satu hambatan utama dalam pengembangan cabang olahraga squash di daerah.

Sebagai solusi, PSI Jawa Timur berencana menjalin kerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk penyediaan fasilitas lapangan sekaligus pusat pembinaan atlet. Langkah ini diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas latihan secara berkelanjutan.

“Kami sudah berdiskusi dengan Rektor Unesa, Prof Nurhasan. Nantinya fasilitas akan dipersiapkan di sana karena sarana olahraga yang tersedia cukup lengkap,” jelas Syaiful.

Sementara itu, Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, mendorong agar PSI Jatim segera bergerak cepat dalam mempersiapkan atlet. Ia menekankan pentingnya perekrutan, penyusunan program pembinaan yang matang, serta pemetaan kekuatan lawan.

“Saya berharap semua nomor pertandingan bisa diikuti. Jika ada tujuh nomor, sebisa mungkin semuanya diikuti. Waktu menuju 2028 masih cukup panjang untuk persiapan maksimal,” kata Nabil.

Dengan waktu yang masih relatif panjang, peluang Jawa Timur untuk kembali bersaing dan meraih prestasi di cabang olahraga squash dinilai terbuka lebar. PSI Jatim pun optimistis mampu mencetak atlet-atlet unggulan yang dapat mengharumkan nama daerah di PON XXII 2028.

tag: squash,PON 2028,PSI Jawa Timur,KONI Jatim,pembinaan atlet,infrastruktur olahraga,Unesa,olahraga Indonesia,Olimpiade Los Angeles 2028

(Redaksi: Devi)

Example 300250
Example 120x600
error: Nice Try :)