Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Mahasiswa Polije Sulap Limbah Kulit Singkong Jadi Mie Sehat Bernilai Ekonomi, MAKI Jatim Siap Dukung Pasar dan Legalitas

×

Mahasiswa Polije Sulap Limbah Kulit Singkong Jadi Mie Sehat Bernilai Ekonomi, MAKI Jatim Siap Dukung Pasar dan Legalitas

Share this article
IMG 20260517 WA0004
Example 468x60

JEMBER, I-Todays.com – Inovasi kreatif mahasiswa Politeknik Negeri Jember kembali menarik perhatian publik. Kali ini, sekelompok mahasiswa berhasil mengolah limbah kulit singkong menjadi produk mie kering dan mie siap saji yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat kesehatan.

Produk inovatif tersebut diperkenalkan dalam kegiatan pameran UMKM dan inovasi mahasiswa di Jember, Jumat (16/5/2026). Inovasi ini hadir sebagai penerapan konsep circular industry, yakni pengolahan limbah menjadi produk baru yang bernilai guna dan ramah lingkungan.

Example 300x600

Perwakilan mahasiswa menjelaskan bahwa ide pemanfaatan kulit singkong muncul karena melimpahnya limbah singkong di Kabupaten Jember yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Kami dari Politeknik Negeri Jember membuat produk olahan dari kulit singkong. Kenapa memilih kulit singkong? Karena ini bagian dari inovasi circular industry. Biasanya kulit singkong hanya dibuang, padahal bisa dimanfaatkan menjadi produk olahan yang bernilai,” ujar salah satu mahasiswa pengembang produk.

Dalam proses produksinya, mahasiswa menggunakan bagian dalam kulit singkong yang diolah melalui beberapa tahapan khusus agar aman dikonsumsi. Tahapan awal dilakukan dengan pencucian menggunakan garam dan cuka untuk membantu menetralisasi kandungan asam sianida pada kulit singkong.

Selanjutnya, kulit singkong direndam dan air rendamannya diganti sebanyak tiga hingga empat kali dalam sehari untuk memastikan kandungan berbahaya berkurang sebelum proses perebusan dilakukan.

“Setelah direndam, kulit singkong direbus selama kurang lebih satu jam, kemudian diblender hingga menjadi adonan untuk pembuatan mie,” jelasnya.

Dari proses tersebut, mahasiswa berhasil memproduksi dua jenis produk, yakni mie kering instan dan mie siap saji berbahan dasar kulit singkong.

Saat ini, produk tersebut masih dipasarkan secara terbatas di lingkungan kampus, komunitas pecinta makanan sehat, teman sebaya, hingga melalui media sosial dan berbagai kegiatan pameran.

Untuk harga jual, mie instan berbahan kulit singkong dipasarkan seharga Rp9.000 per kemasan, sedangkan varian siap saji dijual dengan harga Rp12.000.

Mahasiswa berharap inovasi tersebut ke depan dapat berkembang lebih luas dan diterima masyarakat sebagai alternatif makanan sehat berbahan limbah yang memiliki nilai manfaat tinggi.

“Kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa kulit singkong sebenarnya masih bisa diolah menjadi makanan yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi,” ungkapnya.

Dukungan terhadap inovasi tersebut datang dari Koordinator MAKI Jawa Timur, Heru Satryo. Ia mengapresiasi kreativitas mahasiswa Politeknik Negeri Jember yang mampu menghadirkan solusi pengolahan limbah menjadi produk pangan inovatif.

Menurut Heru, langkah berikutnya yang harus diperkuat adalah pengembangan pasar serta pengurusan legalitas usaha agar produk dapat berkembang secara profesional dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Inovasi dari adik-adik Politeknik Negeri Jember ini sangat bagus, terutama dalam pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai. Tinggal bagaimana penguatan di sektor pasar dan pengurusan perizinan,” ujar Heru Satryo.

Ia menambahkan bahwa seluruh aspek legalitas dan administrasi perusahaan harus segera dilengkapi agar produk tersebut dapat masuk ke pasar yang lebih besar dan dipercaya masyarakat luas.

“Pengurusan perizinan harus dimantapkan dan dilengkapi secara perusahaan sehingga secara perlahan pasar akan terbuka. Kita siap mendukung sepenuhnya inovasi dari adik-adik Politeknik Negeri Jember,” tegasnya.

Inovasi mie berbahan kulit singkong ini menjadi bukti bahwa kreativitas generasi muda mampu menghadirkan solusi baru dalam pengelolaan limbah sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis pangan lokal di Kabupaten Jember.

(Redaksi)

Example 300250
Example 120x600
error: Nice Try :)