Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Diam Saat Dikonfirmasi, Kabid Bina Marga Didesak Jelaskan Dugaan Kejanggalan Proyek U-Ditch Kebangsren gang 5

×

Diam Saat Dikonfirmasi, Kabid Bina Marga Didesak Jelaskan Dugaan Kejanggalan Proyek U-Ditch Kebangsren gang 5

Share this article
IMG 20260606 WA0000
Example 468x60

SURABAYA, I- Todays.com – Proyek pemasangan saluran beton U-Ditch di Jalan Kebangsren Gang 5, Kecamatan Genteng, Surabaya, menuai sorotan tajam dari warga dan awak media. Pekerjaan yang bertujuan meningkatkan sistem drainase lingkungan tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai kaidah teknis konstruksi serta minim pengawasan dari pihak terkait.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah permasalahan ditemukan selama pelaksanaan proyek. Salah satunya adalah adanya unit U-Ditch yang terlihat mengalami retak saat proses pemasangan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas material yang digunakan dalam pekerjaan.

Example 300x600

Keluhan juga datang dari warga sekitar yang menilai hasil pemasangan saluran tidak rata dan terkesan asal jadi. Beberapa warga bahkan menyebut kondisi pasangan saluran terlihat “uglik-uglik kabeh” karena tidak presisi dan kurang rapi.

Selain itu, ditemukan adanya penggunaan dua ukuran U-Ditch yang berbeda dalam satu jalur pekerjaan, yakni ukuran 30×40 sentimeter dan 40×60 sentimeter. Perbedaan dimensi tersebut memunculkan dugaan ketidaksesuaian dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun Detail Engineering Design (DED) proyek.

Dari pengamatan di lapangan, pemasangan U-Ditch dengan ukuran berbeda itu dinilai berpotensi mengurangi kualitas, kuantitas, serta estetika pekerjaan. Sejumlah pihak mempertanyakan apakah penggunaan dua ukuran berbeda dalam satu paket pekerjaan memang diperbolehkan secara teknis atau justru merupakan penyimpangan dari dokumen perencanaan.

Sorotan juga mengarah pada penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Para pekerja proyek terlihat hanya menggunakan sepatu boot tanpa dilengkapi alat pelindung diri lainnya seperti helm proyek, rompi keselamatan, sarung tangan maupun perlengkapan standar K3 lainnya.

Kondisi tersebut menimbulkan dugaan lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Upaya konfirmasi kepada pihak konsultan pengawas melalui pesan WhatsApp disebut belum mendapatkan respons hingga berita ini disusun.

Tidak hanya itu, warga juga mengeluhkan adanya dampak pengerukan saluran yang mengakibatkan ambrolnya pondasi dan halaman pagar beberapa rumah di sekitar lokasi proyek. Warga berharap ada pertanggungjawaban dan langkah perbaikan dari pihak pelaksana maupun instansi terkait.

Di tengah berbagai temuan tersebut, muncul pula informasi yang beredar di lapangan mengenai dugaan adanya praktik jual beli paket pekerjaan yang disebut-sebut dikerjakan oleh pihak lain. Namun informasi tersebut masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak yang berwenang.

Untuk memperoleh keberimbangan
Informasi, awak media telah mengirimkan permohonan konfirmasi kepada Adi Gunita selaku Kepala Bidang Jalan dan Jembatan pada Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya. Dalam pesan yang dikirim pada Kamis (4/6/2026), awak media meminta penjelasan terkait temuan kerusakan U-Ditch, penggunaan dua ukuran saluran dalam satu pekerjaan, penerapan K3, lemahnya pengawasan, dampak terhadap bangunan warga, hingga informasi dugaan jual beli paket proyek.

Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun jawaban atas pertanyaan yang telah disampaikan.

Masyarakat berharap Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut. Pemeriksaan lapangan dinilai penting untuk memastikan pekerjaan yang dibiayai dari uang rakyat benar-benar dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, memenuhi standar keselamatan kerja, serta memberikan manfaat maksimal bagi warga

(Jerry)

Example 300250
Example 120x600
error: Nice Try :)