SURABAYA, I- Todays.com – Pelaksanaan proyek pembangunan saluran beton box culvert cover dua sisi ukuran 30/40 dan sebagian U-Ditch 40/60 di Jalan Kebangsren Gang 5, Surabaya, menjadi sorotan publik. Proyek senilai Rp152.481.834 dengan kode RUP 65412755 yang bersumber dari APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2026 itu diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis dan metode pelaksanaan konstruksi yang semestinya.
Pekerjaan yang berada di bawah pengawasan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya tersebut dikerjakan oleh CV Alfa Bersaudara dengan konsultan pengawas CV Inti Karya Desain Konsulta dengan no kontrak 000.3.2/003/06.2.01.0012
PDL/436.7.3/2026
Berdasarkan pantauan di lapangan, pemasangan box culvert precast ukuran 30/40 dan U-Ditch 40/60 dilakukan dalam kondisi lubang galian yang masih tergenang air tanah. Namun, pekerja tetap melanjutkan pemasangan struktur beton tanpa terlihat adanya proses dewatering atau pengeringan dasar galian terlebih dahulu.
Kondisi itu memunculkan dugaan bahwa pelaksana proyek mengabaikan tahapan pekerjaan lantai kerja (rabbat beton) yang lazim menjadi bagian penting dalam pekerjaan saluran beton. Lantai kerja berfungsi menjaga kestabilan elevasi dasar saluran sekaligus menjadi dudukan yang rata dan kuat bagi pemasangan unit precast.
Awak media menemui”Dasar galian masih penuh air, tetapi box culvert tetap dipasang. Urugan samping juga hanya menggunakan tanah bercampur lumpur dan sampah hasil galian,”
Selain persoalan genangan air, penerapan elevasi dan kemiringan saluran juga menjadi pertanyaan. Di lapangan tidak terlihat adanya pengukuran yang jelas terkait arah kemiringan maupun kedalaman saluran yang seharusnya menjadi faktor utama untuk menjamin kelancaran aliran air.
“Sorotan lainnya muncul pada pekerjaan urugan kembali di sisi kanan dan kiri saluran. Material yang digunakan diduga hanya berupa tanah bekas galian bercampur lumpur dan sampah, bukan material urug pilihan sebagaimana lazim disyaratkan dalam spesifikasi pekerjaan konstruksi,” kata permerhati sosial yang tidak mau disebut namanya.
Penggunaan material yang tidak sesuai standar tersebut dikhawatirkan dapat mengurangi kepadatan tanah, memicu penurunan konstruksi, hingga berpotensi menyebabkan kerusakan saluran dalam jangka panjang, menurutnya.
“Tidak hanya itu, pekerjaan galian juga diduga berdampak terhadap lingkungan sekitar proyek. Salah satu halaman rumah warga dilaporkan mengalami ambrol pada bagian pondasinya akibat pengerukan di sekitar lokasi pemasangan U-Ditch pada Selasa (2/6/2026),” ucapnya.
Sementara, Sejumlah pihak menilai kondisi tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan teknis di lapangan. Padahal setiap item pekerjaan proyek pemerintah telah diatur secara rinci dalam dokumen kontrak, mulai dari volume pekerjaan, metode pelaksanaan, spesifikasi material hingga standar mutu yang wajib dipenuhi penyedia jasa.
“Apabila dugaan tersebut terbukti, maka pekerjaan berpotensi tidak memenuhi standar kualitas konstruksi yang telah ditetapkan dan berisiko menimbulkan kerugian bagi keuangan daerah maupun masyarakat sebagai penerima manfaat proyek,” tuturnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Alfa Bersaudara maupun konsultan pengawas belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pelanggaran spesifikasi teknis tersebut.
Proyek pembangunan saluran beton box culvert ukuran 30/40 dan U-Ditch 40/60 di Jalan Kebangsren Gang 5, Surabaya. Pemasangan struktur beton diduga dilakukan tanpa lantai kerja rabbat beton dalam kondisi dasar galian tergenang air, sementara kemiringan saluran dan kualitas urugan dipertanyakan.
(Jerry)












